| dc.contributor.advisor | Suwardi | |
| dc.contributor.advisor | Suryaningtyas, Dyah Tjahyandari | |
| dc.contributor.author | Fadillah, Rakhmad | |
| dc.date.accessioned | 2023-09-20T01:59:21Z | |
| dc.date.available | 2023-09-20T01:59:21Z | |
| dc.date.issued | 2019 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/124938 | |
| dc.description.abstract | Rendahnya efisiensi pemupukan nitrogen dan kalium merupakan salah satu
masalah peningkatan produksi pertanian. Indonesia merupakan negara yang
memiliki iklim tropika basah, sehingga menyebabkan pencucian nitrogen dan
kalium tinggi. Berbagai upaya untuk meningkatkan efisiensi pemupukan telah
dilakukan, salah satunya adalah memperlambat pelepasan hara dengan membuat
pupuk tersedia lambat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari pola
pelepasan nitrogen (dalam bentuk amonium dan nitrat) dan kalium dari pupuk slow
release fertilizer (SRF), serta melihat laju pelepasan nitrogen (dalam bentuk
amonium dan nitrat) dan kalium dari pupuk slow release fertilizer (SRF) pada
Inceptisol. Penelitian ini menggunakan tiga jenis pupuk yaitu SRF (13-8-10), SRF
(19-12-15) dan pupuk granul Mutiara dengan komposisi (16-16-16). Dosis pupuk
yang digunakan adalah 600 kg/ha dan 1200 kg/ha dengan tiga ulangan dalam
rentang waktu inkubasi 10 minggu.
Hasil penelitian menunjukkan pola pelepasan amonium dari pupuk SRF
pada minggu pertama berkisar 28.94 - 41.45% kemudian mengalami penurunan
seiring waktu inkubasi. Sementara itu pola pelepasan nitrat dari pupuk SRF pada
minggu pertama berkisar 5.77 - 7.21% kemudian meningkat seiring waktu inkubasi.
Pola pelepasan kalium dari pupuk SRF pada minggu pertama berkisar 9.56 -
24.58% kemudian meningkat seiring waktu inkubasi. Pupuk Mutiara menunjukkan
pola pelepasan amonium pada minggu pertama sebesar 44.56 - 46.91% kemudian
mengalami penurunan seiring waktu inkubasi. Sementara pola pelepasan nitrat dari
pupuk Mutiara pada minggu pertama berkisar 26.33 – 30.10% kemudian
mengalami peningkatan seiring waktu inkubasi. Pola pelepasan kalium dari pupuk
Mutiara pada minggu pertama berkisar 15.39 – 15.75% kemudian meningkat
sejalan waktu inkubasi. Berdasarkan nilai konstanta laju pelepasan pupuk, laju
pelepasan amonium dan nitrat terendah ditunjukkan oleh perlakuan SRF (13-8-10). | id |
| dc.language.iso | id | id |
| dc.publisher | IPB (Bogor Agricultural University) | id |
| dc.subject.ddc | Soil science - Fertilizer | id |
| dc.title | Pola Pelepasan Amonium, Nitrat, dan Kalium dari Pupuk Tersedia Lambat pada Inceptisol | id |
| dc.type | Undergraduate Thesis | id |
| dc.subject.keyword | slow release fertilizer | id |
| dc.subject.keyword | nitrogen | id |
| dc.subject.keyword | potassium | id |