View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Forestry and Environment
      • UT - Forestry Products
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Forestry and Environment
      • UT - Forestry Products
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Kandungan logam kayu akasia (Acacia mangium Willd) sebagai bahan baku Pulp

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (357.9Kb)
      Date
      2010
      Author
      Yustiana, Evelin
      Wistara, Nyoman J
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Teknologi produksi pulp pada tingkat totally effluent free (TEF) mensyaratkan suatu sistem siklus tertutup (Closed Loop Cycle). Sistem siklus tertutup ini sangat rentan terhadap akumulasi kontaminan seperti logam yang bersumber dari bahan baku, pengayaan bahan kimia dan air proses. Dengan demikian kadar logam kayu tropis yang lebih tinggi akan menurunkan keunggulan komparatifnya terhadap kayu daerah beriklim sedang. Sebagian besar logam-logam ini mengganggu proses pemutihan, terutama pemutihan berbasis oksigen dan dapat menurunkan sifat kekuatan pulp yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar dan distribusi logam kayu akasia pada beragam tingkat umur. Pada penelitian ini, kadar abu kayu ditentukan mengikuti prosedur standar TAPPI T 211 om-93 dan penentuan kadar logam makro (Ca, Mg dan Na) dan logam mikro (Fe, Al, Mn dan Cu) dilakukan melalui proses pengabuan basah dengan HNO3 dan HClO4. Ca dan Mg diukur dengan Atomic Absorption Spectrometry (AAS) Perkin Elmer masing-masing pada panjang gelombang 422.7 nm dan 285.2 nm. Mg ditentukan dengan fotometer nyala (Flamefotometer) pada panjang gelombang 200 nm. Kadar logam Fe, Al, Mn dan Cu ditentukan dengan AAS Hitachi. Semua kadar logam dihitung mengikuti suatu kurva standar masing-masing. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kadar abu kayu akasia (umur 3-9 tahun) berfluktuatif namun cenderung menurun dari bagian ujung ke bagian pangkal pohon, kecuali pada pohon berumur 7 tahun. Kadar tertinggi (0.89%) ditemukan pada gubal bagian pangkal kayu berumur 7 tahun dan terendah (0.19%) pada gubal bagian pangkal kayu berumur 5 tahun. Kandungan Mg pada kayu menurun seiring dengan bertambahnya umur pohon sedangkan ion logam lainnya cenderung meningkat seiring bertambahnya umur pohon. Pada beberapa logam, kandungannya mencapai maksimum ketika pohon berumur 7 tahun. Untuk sebagian besar logam, kandungannya dalam kayu gubal lebih tinggi dibandingkan dalam kayu teras. Distribusi logam pada arah vertikal menunjukkan bahwa kandungan Mg dan Cu memiliki kecenderungan menurun dari bagian ujung ke pangkal batang. Untuk logam lainnya cenderung meningkat dari bagian ujung ke pangkal batang. Semua kadar logam kayu akasia berumur 3-9 tahun melebihi batas minimum yang aman untuk proses pemutihan pulp berbasis oksigen. Berdasarkan kadar logamnya, proses produksi pulp berteknologi TEF sebaiknya menggunakan kayu akasia berumur 5 tahun.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/124796
      Collections
      • UT - Forestry Products [2465]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository