Kandungan logam kayu akasia (Acacia mangium Willd) sebagai bahan baku Pulp
Abstract
Teknologi produksi pulp pada tingkat totally effluent free (TEF) mensyaratkan
suatu sistem siklus tertutup (Closed Loop Cycle). Sistem siklus tertutup ini sangat
rentan terhadap akumulasi kontaminan seperti logam yang bersumber dari bahan
baku, pengayaan bahan kimia dan air proses. Dengan demikian kadar logam kayu
tropis yang lebih tinggi akan menurunkan keunggulan komparatifnya terhadap kayu
daerah beriklim sedang. Sebagian besar logam-logam ini mengganggu proses
pemutihan, terutama pemutihan berbasis oksigen dan dapat menurunkan sifat
kekuatan pulp yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar dan
distribusi logam kayu akasia pada beragam tingkat umur.
Pada penelitian ini, kadar abu kayu ditentukan mengikuti prosedur standar
TAPPI T 211 om-93 dan penentuan kadar logam makro (Ca, Mg dan Na) dan logam
mikro (Fe, Al, Mn dan Cu) dilakukan melalui proses pengabuan basah dengan HNO3
dan HClO4. Ca dan Mg diukur dengan Atomic Absorption Spectrometry (AAS)
Perkin Elmer masing-masing pada panjang gelombang 422.7 nm dan 285.2 nm. Mg
ditentukan dengan fotometer nyala (Flamefotometer) pada panjang gelombang 200
nm. Kadar logam Fe, Al, Mn dan Cu ditentukan dengan AAS Hitachi. Semua kadar
logam dihitung mengikuti suatu kurva standar masing-masing.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa kadar abu kayu akasia (umur 3-9 tahun)
berfluktuatif namun cenderung menurun dari bagian ujung ke bagian pangkal pohon,
kecuali pada pohon berumur 7 tahun. Kadar tertinggi (0.89%) ditemukan pada gubal
bagian pangkal kayu berumur 7 tahun dan terendah (0.19%) pada gubal bagian
pangkal kayu berumur 5 tahun. Kandungan Mg pada kayu menurun seiring dengan
bertambahnya umur pohon sedangkan ion logam lainnya cenderung meningkat
seiring bertambahnya umur pohon. Pada beberapa logam, kandungannya mencapai
maksimum ketika pohon berumur 7 tahun. Untuk sebagian besar logam,
kandungannya dalam kayu gubal lebih tinggi dibandingkan dalam kayu teras.
Distribusi logam pada arah vertikal menunjukkan bahwa kandungan Mg dan Cu
memiliki kecenderungan menurun dari bagian ujung ke pangkal batang. Untuk logam
lainnya cenderung meningkat dari bagian ujung ke pangkal batang. Semua kadar
logam kayu akasia berumur 3-9 tahun melebihi batas minimum yang aman untuk
proses pemutihan pulp berbasis oksigen. Berdasarkan kadar logamnya, proses
produksi pulp berteknologi TEF sebaiknya menggunakan kayu akasia berumur 5
tahun.
Collections
- UT - Forestry Products [2465]
