Show simple item record

dc.contributor.advisorSinaga, Bonar M.
dc.contributor.advisorSudaryanto, Taklim
dc.contributor.advisorSantoso, Kabul
dc.contributor.authorChandrawati, Elok Dewi
dc.date.accessioned2023-09-15T01:10:19Z
dc.date.available2023-09-15T01:10:19Z
dc.date.issued1994
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/124771
dc.description.abstractSejak dua dasawarsa terakhir, konsumsi tembakau cerutu dunia mengalami penurunan yang berakibat terhadap perubahan pola permintaan bahan baku tembakau cerutu Besuki Na-Oogst. Untuk meningkatkan pendapatan petani tembakau, pada tanggal 24 Juni 1981 dikeluarkan Surat Keputusan Bersama Menteri Dalam Negeri, Menteri Pertanian serta Menteri Perdagangan dan Koperasi tentang Program Intensifikasi Tembakau Besuki Na-Oogst (ITBNO). Beberapa usaha khususnya dalam mengantisipasi pengaruh cuaca dan iklim telah dicoba terobosan baru dengan sistem menanam tembakau lebih awal pada bulan Mei dan dipanen bulan Agustus sampai September, yang disebut Besuki Na-Oogst Tanam Awal (BESNOTA). Sistem ini dilakukan dengan harapan dapat memperbaiki kegagalan yang sering terjadi pada tanaman tembakau Besuki Na-Oogst (BESNO) yang ditanam bulan Agustus. Peneli tian bertujuan untuk mengetahui keragaan program ITBNO berdasarkan waktu tanam (Besnota dan Besno) dan wilayah tanam (Jember wilayah Tengah dan Selatan) dengan menganalisis: (1) skala usaha dan efisiensi ekonomi penggunaan input, ( 2) tingkat keunggulan komparatif, kemampuan daya saing finansial petani, transfer kebijakan pemerintah dan insentif (nilai tambah) program ITBNO, (3) dampak alternatif kebijakan perubahan harga bayangan output, harga bayangan input (tenaga kerja dan modal), produktivitas output dan nisbah konversi pengolahan terhadap keunggulan komparatif dan daya saing finansial program ITBNO. Penelitian meliputi dua desa contoh yai tu desa Wirowongso Kecamatan Jenggawah mewakili Jember Wilayah tengah dan Desa Jatisari Kecamatan Jenggawah mewakili Jember Wilayah selatan di Propinsi Jawa-Timur. Pengambilan contoh 80 petani mengggunakan metoda Proporsional Stratified Random Sampling dengan membagi populasi petani atas 4 stratum berdasarkan waktu dan wilayah tanam. ...id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcTobaccoid
dc.subject.ddcEconomic analysisid
dc.titleKeragaan program intensifikasi tembakau besuki NA OOGST: suatu analisis efisiensi ekonomi dan dampak kebijakanid
dc.typeThesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record