Show simple item record

dc.contributor.advisorSinukaban, Naik
dc.contributor.advisorArsyad, Sitanala
dc.contributor.advisorNurisjah, Siti
dc.contributor.authorPrasodyo, Isamoe
dc.date.accessioned2023-09-12T02:32:28Z
dc.date.available2023-09-12T02:32:28Z
dc.date.issued1994
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/124620
dc.description.abstractPenelitian ini dilakukan pada tanah Latosol Jakarta, di kebun pembibitan Dinas Pertamanan OKI Jakarta, Srengseng Kebun Jeruk - Jakarta dengan menggunakan hujan dari simulator hujan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh intensitas hujan, penggunaan tujuh macam penutupan lahan untuk sarana pejalan kaki (pedestrian path) terhadap limpasan permukaan dan infiltrasi. Percobaan disusun dalam bentuk rancangan acak lengkap dengan dua faktor, yaitu intensitas hujan dan jenis penutupan permukaan lahan dengan tiga ulangan. lntensitas hujan terdiri dari dua taraf, yaitu 48,2 mm (11) dan 54,2 mm (12). Perlakuan penutupan permukaan lahan terdiri dari delapan jenis, yaitu penutupan dengan blok beton tipe lnterblok 4.6, lnterblok 16.6, Zurich 12.6, Grassblok 60.40.10, Behaton 13.6, Kerikil bundar, Rumput embun (Paspa/um con;ugatum) dan tanpa penutup lahan sebagai kontrol. Dari hasil penelitian yang dilakukan diketahui bahwa penggunaan jenis penutup tanah dan pola hujan yang berbeda tidak menyebabkan perbedaan pada laju infiltrasi minimum, tetapi berpengaruh kepada terjadinya limpasan atau aliran permukaan. Grassblok 60.40.10, merupakan beton berperforasi dengan kemampuan infiltrasi terbesar, diikuti dengan lnterblok 4-6, lnterblok 16- 6, Behaton 13-6 dan Zurich 12-6. penutup tanah alami. Kemampuan beton berperforasi meloloskan air untuk infiltrasi sangat dipengaruhi oleh luas bidang resapan langsung per satuan luas beton berperforasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah yang ditutupi dengan bata beton berperforasi jenis tertentu masih mempunyai kemampuan infiltrasi yang cukup besar dan relatif tidak berbeda (tidak berbeda nyata a = 5%) dengan tanah terbuka. Seton berperforasi yang berpotensi besar tersebut adalah beton berperforasi lnterblok 4-6 dan lnterblok 16-6. Akan tetapi bila dilihat dari kejadian limpasan permukaan maka limpasan permukaan pada beton berperforasi ini jauh lebih besar dibandingkan dengan limpasan permukaan pada tanah terbuka. ...id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)id
dc.subject.ddcLandscape conservationid
dc.titlePengaruh penggunaan bata beton berperforasi, rumput, dan kerikil sebagai penutup tanah terhadap infiltrasi dan limpasan permukaan pada lansekap kotaid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordInfiltrationid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record