Karakteristik Morfofungsi Otot-otot Panggul dan Paha Orang Utan Kalimantan (Pongo pygmaeus)
Abstract
Primata memiliki tipe lokomosi yang bervariasi sesuai dengan adaptasi
terhadap habitatnya. Orang utan, gorila, dan simpanse merupakan primata yang
berasal dari famili yang sama yaitu Hominidae. Meskipun memiliki kemiripan
anatomi dan fisiologis, terdapat perbedaan adaptasi dan perilaku hidup yang
menyebabkan adanya perbedaan anatomi yang khas pada ketiganya. Penelitian ini
bertujuan mempelajari karakteristik anatomi otot-otot panggul dan paha orang utan
kalimantan dalam kaitannya dengan fungsi dan perilaku hariannya. Penelitian ini
dilakukan dengan mengamati morfologi otot panggul dan paha orang utan serta
mengamati perilaku arboreal dan terestrial orang utan melalui pengamatan video.
Hasil penelitian ini menunjukkan otot-otot panggul dan otot-otot ekstensor kaki
belakang orang utan kurang berkembang dibandingkan pada gorila dan simpanse.
Orang utan memiliki m. scansorius yang berkembang sebagai kompensasi tidak
adanya m. tensor fasciae latae. Musculus ischiofemoralis pada orang utan memiliki
struktur yang khas karena terpisah menjadi satu otot tersendiri. Absennya
m. adductor minimus berkaitan dengan sikap berdiri orang utan yang lebih terbuka.
Perbedaan perkembangan otot-otot ini disebabkan adaptasi perilaku arboreal orang
utan terhadap habitatnya.
