| dc.description.abstract | Aktinomiset merupakan kelompok bakteri Gram-positif yang cukup populer karena kemampuannya menghasilkan senyawa dari metabolit sekunder. Salah satu metabolit sekunder dari aktinomiset yang memiliki aktivitas biologis adalah pigmen. Pigmen yang dihasilkan oleh aktinomiset cukup beragam, hal ini dikarenakan aktinomiset mampu menghasilkan berbagai warna koloni pada pertumbuhannya. Pigmen merupakan senyawa bioaktif dengan aplikasi yang cukup luas. Pigmen pada umumnya digunakan dalam bidang industri makanan dan minuman, serta pewarna pada industri tekstil, dan industri farmasi. Pigmen dapat dibagi atas dua kelompok, yaitu pigmen sintetis dan pigmen alami. Pigmen yang sering digunakan dalam industri adalah pigmen sintetis sedangkan pigmen alami sedikit jarang digunakan. Dewasa ini, penggunaan pigmen sintetis mulai berkurang karena efek samping dari penggunaannya terhadap lingkungan dan kesehatan. Terkait hal tersebut timbul adanya peluang pencarian pigmen alami salah satunya dari mikroba. Pigmen yang dihasilkan oleh mikroba mampu memberikan berbagai keuntungan dalam hal segi biaya dan waktu (keefektifan). Salah satu kelompok mikroba yang mampu menghasilkan pigmen adalah aktinomiset.
Penelitian ini menggunakan aktinomiset yang sebelumnya telah berhasil diisolasi dari filosfer padi dan aktinomiset asosiasi spons. Aktinomiset yang digunakan adalah Gordonia terrae JSN1.9, Micromonospora tulbaghiae SCA54.P2, dan Micromonospora chalcea HV11.P3. Ketiga aktinomiset tersebut menghasilkan pigmen masing-masing berwarna orange/jingga, kuning, dan hitam. Laporan sebelumnya mengungkapkan aktivitas antifungi, antibakteri, dan antioksidan yang dimiliki oleh aktinomiset tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antimikroba dari fraksi aktif pigmen yang dihasilkan oleh ketiga aktinomiset, efek kerusakan yang ditimbulkan oleh fraksi aktif pigmen terbaik terhadap sel mikrob uji, dan identifikasi senyawa yang ada pada fraksi aktif.
Penelitian ini diawali dengan peremajaan kultur aktinomiset menggunakan medium international streptomyces project 2 (ISP2) atau international streptomyces project 4 (ISP4) dan dilanjutkan produksi dan ekstraksi pigmen untuk memperoleh ekstrak kasar pigmen. Absorbansi maksimum dari ekstrak pigmen diukur menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Aktivitas antimikroba ekstrak kasar diujikan pada mikroba Bacillus subtilis ATCC 6633, Escherichia coli ATCC 8739, Pseudomonas aeruginosa ATCC 27853, Staphylococcus aureus ATCC 25293, dan Candida albicans ATCC 10231. Selanjutnya dilakukan fraksinasi pigmen dengan kromatografi lapis tipis (KLT), uji bioautografi untuk konfirmasi aktivitas antimikroba, dan isolasi fraksi aktif dengan KLT preparatif. Efek kerusakan pada sel mikroba uji diamati menggunakan scanning electron microscopy (SEM) dan senyawa yang ada pada fraksi aktif dianalisis menggunakan liquid chromatography mass spectrometer (LC-MS) untuk selanjutnya diidentifikasi.
Aktinomiset yang digunakan pada penelitian ini memiliki kecepatan pertumbuhan yang berbeda. Spesies G. terrae JSN1.9 menghasilkan warna pigmen terbaik pada masa inkubasi 10 hari, dan kedua aktinomiset Micromonospora menghasilkan warna pigmen terbaik pada masa inkubasi 14 hari. Media terbaik untuk G. terrae JSN1.9 adalah ISP2 dengan menggunakan sumber karbon glukosa, sedangkan kedua spesies Micromonospora tumbuh optimum pada media ISP4 dengan konsentrasi NaCl (0,1%). Ekstraksi menggunakan pelarut kloroform atau metanol menghasilkan rendemen masing-masing sebesar 9,27%; 2,79%; dan 6,43% pada media produksi terbaik. Ketiga ekstrak pigmen aktinomiset memiliki absorbansi maksimum pada panjang gelombang 410 nm, 409 nm, dan 324 nm (kelompok pigmen karotenoid atau melanin). Ekstrak kasar dan fraksi aktif pigmen menunjukkan aktivitas antimikroba terhadap bakteri Gram-positif (B. subtilis ATCC 6633 dan S. aureus ATCC 25293) dan C. albicans ATCC 10231. Aktivitas antimikroba ditunjukkan dengan adanya zona hambat pada ketiga mikrob uji tersebut.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi aktif memiliki aktivitas antimikroba yang lebih baik daripada ekstrak kasarnya. Spesies aktinomiset yang memiliki aktivitas terbaik adalah G. terrae JSN1.9, sehingga dilakukan analisis lebih lanjut terhadap fraksi aktif pigmen tersebut. Analisis SEMmenegaskan bahwa fraksi aktif pigmen menyebabkan kerusakan pada sel B. subtilis ATCC 6633, penghambatan pertumbuhan sel dan filamen pada sel C. albicans ATCC 10231. Hasil LC-MS menunjukkan bahwa fraksi aktif mengandung beberapa senyawa yang dilaporkan memiliki aktivitas antimikroba, diantaranya yaitu: aminopregnane, sphinganine, dioctadecylamine, lauryl diethanolamine, dan eudesmin. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa ekstrak kasar pigmen dan fraksi aktif memiliki aktivitas antimikroba yang menjanjikan. | id |