View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Mathematics and Natural Sciences
      • UT - Geophysics and Meteorology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Mathematics and Natural Sciences
      • UT - Geophysics and Meteorology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Analisis Spasial dan Temporal Indeks Kekeringan Berbasis Penginderaan Jauh dan Cloud Computing Platform

      Thumbnail
      View/Open
      Cover (327.8Kb)
      Fulltext (6.625Mb)
      Lampiran (666.7Kb)
      Date
      2023
      Author
      Listanto, Kokoh Dwiko
      Hidayat, Rahmat
      Risdiyanto, Idung
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Indeks kekeringan adalah nilai yang merepresentasikan tingkat kekeringan pada suatu wilayah. Penggunaan berbagai indeks kekeringan sering memberikan informasi yang berbeda. Karakteristik spasial dan temporal kejadian kekeringan di Pulau Jawa dianalisis menggunakan sembilan indeks kekeringan berbasis data penginderaan jauh pada periode 2003-2021. Penelitian menggunakan platform Google Earth Engine untuk mengolah peubah-peubah indeks kekeringan seperti suhu permukaan, Enhanced Vegetation Index, dan reflektansi permukaan dari satelit MODIS, data curah hujan dari CHIRPS, dan data kelembaban tanah 0-10 cm dari FLDAS. Ukuran seluruh data masukan yang dianalis adalah 1,23 Tb, dan menghasilkan keluaran data 757,84 Mb. Proses pengolahan data menggunakan cloud computing platform yang terbukti efektif dan efisien. Setiap indeks menunjukkan karakteristik spasial dan temporal kejadian kekeringan yang berbeda-beda. PCI, SDCI, NDDI, NVSWI dan SMCI menunjukkan pada periode September-Oktober-November (SON) mengalami kejadian kekeringan terluas dengan jumlah kejadian lebih dari 14 kali dalam kurun waktu 19 tahun. Sedangkan TCI, VCI, VHI dan SMADI berkisar 5-14 kali kejadian kekeringan. Secara spasial, luas wilayah dengan 10-14 kali dan lebih dari 14 kali kejadian kekeringan tertinggi terdapat di Jawa bagian Timur. Oceanic Nino Index dan Dipole Mode Index menunjukkan korelasi tertinggi dan signifikan pada luas kekeringan periode SON. Setiap indeks kekeringan mencerminkan informasi kekeringan yang berbeda-beda, sehingga dalam penggunaanya harus disesuaikan dengan tujuan penerapan.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/124136
      Collections
      • UT - Geophysics and Meteorology [1719]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository