| dc.contributor.advisor | Nurrochmat, Dodik Ridho | |
| dc.contributor.advisor | Maharijaya, Awang | |
| dc.contributor.author | Morizon, Morizon | |
| dc.date.accessioned | 2023-08-15T23:42:28Z | |
| dc.date.available | 2023-08-15T23:42:28Z | |
| dc.date.issued | 2023-08 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/123966 | |
| dc.description.abstract | Program Hutan Kemasyarakatan (HKm) memberikan akses kepada
masyarakat untuk mengelola hutan secara legal, dan memperkuat hak-hak mereka
serta mengurangi konflik atas sumber daya hutan. Namun, program ini belum
berhasil mencapai tujuannya. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi praktik
sosial, kelembagaan dan ekologi pengelolaan hutan masyarakat, menganalisis
kontribusi pendapatan dalam pengurusan hutan masyarakat dan memberikan
rekomendasi untuk strategi pengurusan HKm. Penelitian ini menggunakan metode
survei, observasi lapangan, dan studi literatur. Sampel dipilih dengan menggunakan
purposive sampling. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini
adalah analisis deskriptif kualitatif untuk mengidentifikasi implementasi praktek
HKm, metode analisis kontribusi pendapatan untuk menganalisis kontribusi HKm
terhadap pendapatan petani, metode analisa pemangku kepentingan untuk
menentukan siapa yang bertanggung jawab untuk mengelola HKm, dan metode
analisis SWOT untuk memberikan rekomendasi untuk strategi pengelolaan HKm.
Studi ini menemukan bahwa aspek sosial dan kelembagaan dari program HKm
belum berjalan dengan baik. Proses pengambilan keputusan dari berbagai aspek
dianggap terlambat, masalah transparansi dan keterbukaan di Gapoktan,
mekanisme organisasi yang lemah dan kurangnya koordinasi, dan dominasi laki laki dalam organisasi dalam pembuatan keputusan. Dari sudut pandang ekologi,
telah terjadi penurunan spesies tumbuhan dan hilangnya beberapa spesies endemik
di sebagian besar daerah hutan dianggap terkait dengan aktivitas manusia. Pada saat
yang sama, aspek ekonomi menunjukkan bahwa hanya 15% anggota yang
mendapat manfaat dari HKm atau berkembang, sedangkan sisanya tidak
memperoleh manfaat ekonomi yang signifikan atau tidak berkembang. Studi ini
merekomendasikan restrukturisasi ulang kelembagaan kelompok, pelatihan, dan
peningkatan kapasitas sumber daya manusia, implementasi agroforestry dan skema
organik untuk pertanian kopi, pemasaran HHBK secara efektif. Partisipasi
pemangku kepentingan utama yaitu KPHL Batu Tegi dan Kota Agungutara, Dinas
Kehutanan Provinsi Lampung harus aktif berpartisipasi dalam pengelolaan HKm.
Rekomendasi ini dapat memberikan arahan kepada implementasi program HKm
yang tepat | id |
| dc.description.abstract | The Community Forestry (HKm) programme allows local communities to
legally manage forests to strengthen their rights and reduce conflicts over forest
resources. However, the programme has not been successful in achieving its
objectives. This study aims to identify social, institutional and ecological practices
of community forest management, analyse income contribution in community forest
management and provide recommendations for HKm management strategies. This
research used survey method, field observation, and literature study. Samples were
selected using purposive sampling. The data analysis method used in this research
is qualitative descriptive analysis to identify the implementation of community
forest practices, income contribution analysis method to analyse income
contribution, stakeholder analysis method to identify who is responsible for
managing HKm, and SWOT analysis method to provide recommendations for HKm
management strategies. This study found that the social and institutional aspects of
the HKm programme have not gone well. Decision-making processes from various
aspects are considered late, transparency and openness issues in Gapoktan, weak
organisational mechanisms and lack of coordination, and male dominance in
organisations and decision-making. From an ecological perspective, there has been
a decline in plant species and the disappearance of some endemic species in most
forest areas is thought to be related to human activities. At the same time, the
economic aspect shows that only 15% of members benefit from HKm or are
prosperous, while the rest have not gained significant economic benefits or are not
prosperous. This study recommends re-structuring group institutions, coaching, and
increasing the capacity of human resources, implementing agroforestry and organic
schemes for coffee cultivation, marketing NTFPs effectively. The involvement of
key stakeholders namely KPHL Batu Tegi and Kota Agungutara, the Forestry
Service of Lampung Province must actively participate in HKm management. These
recommendations can lead to effective implementation of the HKm programme | id |
| dc.language.iso | id | id |
| dc.publisher | IPB University | id |
| dc.title | Strategi Pengelolaan Hutan Kemasyarakatan Berkelanjutan di Kabupaten Tanggamus: Studi Kasus Gapoktan Beringin Jaya dan Sidodadi | id |
| dc.title.alternative | Sustainable Community Forest Management Strategies in Tanggamus Regency: Case Study of Gapoktan Beringin Jaya and Sidodadi | id |
| dc.type | Thesis | id |
| dc.subject.keyword | agroforestri | id |
| dc.subject.keyword | hutan kemasyarakatan | id |
| dc.subject.keyword | tata kelola kelembagaan | id |
| dc.subject.keyword | tata kelola kawasan | id |
| dc.subject.keyword | tata kelola usaha | id |