Show simple item record

dc.contributor.advisorBudiman, Arif
dc.contributor.advisorKana, Nico. L.
dc.contributor.advisorSMP. Tjondronegoro
dc.contributor.authorKarsidi, Rawik
dc.date.accessioned2023-08-15T03:10:36Z
dc.date.available2023-08-15T03:10:36Z
dc.date.issued1994
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/123918
dc.description.abstractPenelitian ini bermaksud mempelajari proses adaptasi penduduk terhadap kehadiran pembangunan waduk dan ingin mengetahui keterkaitan antara latar belakang penduduk dengan jenis adaptasinya terhadap kehadiran pembangunan waduk .Untuk itu maka studi memusatkan perhatian pada (1) kajian tentang proses adaptasi penduduk sebagai cara mengusahakan penyelesaian masalah- masalah yang timbul akibat hadirnya waduk baru, dan (2) kajian tentang faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi atau melatarbelakangi jenis adaptasi penduduk terhadap kehadiran pembangunan Waduk Kedungombo. Untuk mencapai maksud tersebut digunakan teori dan konsep sebagai alat bantu untuk mengarahkan proses penelitian. Teori tentang adaptasi terutama digunakan konsep dari Merton ( 1967) dan yang telah mendapat kupasan dari banyak ahli Indonesia. Konsep adaptasi yang digunakan terutama pembedaan jenis tipe adaptasi seseorang, yaitu : (1) tindakan konformis (konformitas), (2) tipe tindakan inovatif (inovasi), (3) tindakan ritualisme ,(4) tindakan retreatisme,dan (5) tindakan rebellion (pemberontak). Selain tipe yang pertama sebutan untuknya adalah tipe nonkonformis. Kajian adaptasi selanjutnya dibatasi penggunaannya sebagai usaha mencapai tujuan pengatasan masalah yang diakibatkan oleh hadirnya Waduk Kedungombo yang perwujudan tindakannya dapat bersifat konformis, inovatif, ritualis, dan berontak (rebellion) yang diduga terkait dengan perbedaan latar belakang pemukimnya. Penelitian ini diadakan di Desa Gilirejo, Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Satuan pengamatan studi ini adalah kepala keluarga di 2 (dua) dukuh yang mewakili dua jenis pedukuhan ( lama dan baru ) dari dukuh-dukuh di desa tersebut. Masing-masing yaitu (1) Dukuh Tanggulrejo yang merupakan dukuh baru yang dihuni seluruhnya oleh penduduk pindahan korban WKO, dan (2) Dukuh Gadeg yang merupakan dukuh lama yang dihuni oleh penduduk lama dan sejumlah penduduk pindahan baru korban WKO. Sumber informasi studi ini adalah semua KK ( = 56 orang ) yang berada di dua dukuh satuan pengamatan dan para informan kunci di desa tersebut. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan digunakan catatan lapangan. Selain itu hasil observasi dan dokumentasi dijadikan sebagai data penunjang. Analisis data dengan mengunakan dua pendekatan analisis, yaitu analisis deskriptip kwalitatif dan analisis deskriptip kwantitatif. ...id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)id
dc.subject.ddcSociologiid
dc.subject.ddcSocial procassid
dc.titleProses dan jenis adaptasi penduduk terhadap kehadiran pembangunan waduk (kasus di desa Gilirejo Waduk Kedungombo Jawa Tengah)id
dc.typeThesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record