| dc.description.abstract | Percobaan dilaksanakan di Kebun Percobaan IPB
Sindangbarang, Bogar sejak bulan Mei sampai dengan
Oktober 1992. Percobaan dirancang dan dilaksanakan
dalam bentuk Rancangan Acak Kelompok, terdiri dari 6
perlakuan paket budidaya kedelai dan 4 ulangan (kelompok).
Perlakua'n paket budidaya kedelai terdiri dari
(Pi) paket budidaya kedelai olah tanah biasa (OTB) yang
mendapatkan tindakan penyiangan gulma secara manual
(sebanyak 2 kali pada umur 21 dan 42 hari setelah tanam),
aplikasi insektisida secara terjadwal (sebanyak 5
kali pada umur 7, 21, 42, 50 dan 65 hari setelah setelah
tanam), (Pz) paket budidaya kedelai OTB yang mendapatkan
tindakan penyiangan gulma secara manual (sebanyak 2 kali
pada umur 21 dan 42 hari setelah tanam) aplikasi
insektisida berdasarkan anjuran (sesuai dengan keadaan
populasi dan tingkat ambang ekonomi masing-masing hama),
(P3) paket budidaya kedelai OTB yang mendapatkan
tindakan penyiangan gulma secara manual (sebanyak 2 kali
pada umur 21 dan 42 hari setelah tanam), aplikasi
insektisida berdasarkan anjuran (sesuai dengan keadaan
populasi dan tingkat ambang ekonomi masing-masing hama)
serta pengapuran tanah secara alur (dengan dosis setara
1.5 me Al-dd/100 g tanah), (P4) paket budidaya kedelai
tanpa olah tanah (TOT) yang mendapatkan tindakan
aplikasi herbisida pra-tanam isoprofil amina glyfosat
(dengan dosis setara 1.5 kg b.a./ha) dan aplikasi
insektisida secara terjadwal (sebanyak 5 kali pada umur
7, 21, 42, 50, dan 65 hari setelah tanam), (Ps) paket
budidaya kedelai TOT yang mendapatkan tindakan aplikasi
herbisida pra-tanam isoprofil amina glyfosat (dengan
dosis setara 1.5 kg b.a./ha) dan aplikasi insektisida
berdasarkan anjuran (sesuai dengan keadaan populasi dan
tingkat ambang ekonomi masing-masing hama), (P6) paket
budidaya kedelai TOT yang mendapatkan tindakan aplikasi
herbisida pratanam isoprofil amina glyfosat (dengan
dosis setara 1.5 kg b.a./ha), aplikasi insektisida
berdasarkan anjuran (sesuai dengan keadaan populasi dan
tingkat ambaang ekonomi masing-masing hama) serta
pengapuran tanah secara alur (dengan dosis setara 1.5 me
Al-dd/100 g tanah). ... | id |