Karakterisasi dan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Pigmen Aktinobakteri.
Date
2023-08Author
Rusyda, Farhana Halimah
Lestari, Yulin
Batubara, Irmanida
Metadata
Show full item recordAbstract
Aktinobakteri adalah bakteri Gram-positif yang berasal dalam filum
Actinobacteria. Aktinobakteri adalah sumber metabolit sekunder yang
menjanjikan. Salah satu metabolit sekunder yang dihasilkan aktinobakteri adalah
pigmen. Berbagai aktinobakteri mampu menghasilkan beragam jenis pigmen,
diantaranya yaitu pigmen berwarna kuning hingga oranye. Pigmen memiliki
berbagai aktivitas farmakologi seperti antioksidan. Antioksidan adalah molekul
yang menghambat atau menunda kerusakan sel dengan menyumbangkan elektron
ke radikal bebas dan menstabilkannya. Pigmen yang dihasilkan oleh bakteri
memiliki kapasitas antioksidan dan melindungi bakteri dari kerusakan oksidatif.
Penelitian aktivitas antioksidan aktinobakteri berpigmen di Indonesia belum
banyak dilaporkan, sehingga penelitian aktivitas antioksidan aktinobakteri
berpigmen perlu dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi
aktinobakteri berpigmen kuning hingga oranye, menguji aktivitas antioksidan dari
ekstrak pigmen antinobakteri,serta menganalisissenyawa dari ekstrak pigmen yang
memiliki aktivitas antioksidan tertinggi.
Isolat aktinobakteri diisolasi dari rizosfer mangrove di Pantai Cengkrong
Trenggalek,sampel tanah merah di kebun area kampusIPB, dan isolat aktinobakteri
endofit dari kulit manggis yang telah diidentifikasi oleh peneliti sebelumnya. Isolat
aktinobakteri terpilih diidentifikasi menggunakan gen 16S rRNA. Pigmen
aktinobakteri diekstraksi sampai memdapat esktrak kasar pigmen. Aktivitas
antioksidan ekstrak kasar pigmen diukur menggunakan metode DPPH (1,1-
diphenyl-2-picrylhydrazil). Hasil pengukuran aktivitas antioksidan dihitung dalam
persen inhibisi lalu digambarkan melalui nilai IC50 (inhibitory capacity). Ekstrak
kasar pigmen yang menghasilkan aktivitas antioksidan tertinggi selanjutnya
dianalisis menggunakan Liquid Chromatography Mass Spectrophotometer
(LCMS) untuk mengidentifikasi profil kimia yang terdapat di dalam ekstrak pigmen
dan berpotensi menghasilkan antioksidan.
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh lima isolat aktinobakteri berpigmen
yaitu HRA, HVA, HVB, AGM2.2 dan AGM2.3. Identifikasi berdasarkan gen 16S
rRNA menunjukkan bahwa isolat HRA memiliki nilai kemiripan 99,91% dengan
Streptomyces gramineus JR-43, isolat HVA memiliki nilai kemiripan 99,22%
dengan S. tendae ATCC 19812 dan isolat HVB memiliki nilai kemiripan 81,18%
dengan Rhodococcus ruber DSM 43338. Isolat AGM2.2 dan AGM2.3 memiliki
kemiripan dengan S. xanthophaeus NRRL B-5414 dengan nilai kemiripan masing masing sebesar 98,95% dan 99,82%. Spektrum UV-Vis ekstrak kasar pigmen isolat
HRA adalah 411 nm, isolat HVA 663 nm, isolat HVB 459 nm, isolat AGM2.2 663
nm, dan isolat AGM2.3 664 nm. Konsentrasi hambat (IC50) pigmen ekstrak kasar
aktinobakteri berkisar dari 53,38 µg/mL hingga 184,38 µg/mL. Isolat HVB
memiliki aktivitas antioksidan paling tinggi. Ekstrak kasar pigmen isolat HVB
mengandung senyawa luteolin dan berpotensi sebagai penghasil antioksidan.
