| dc.description.abstract | Permasalahan penduduk Indonesia selain produksi beras yang kurang adalah pemenuhan gizi balita yang masih rendah yang menyebabkan stunting. Seng (Zn) merupakan salah satu nutrisi penting yang diperlukan untuk berbagai proses biokimia dan metabolisme tanaman padi. Pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat terutama balita dapat dibarengi dengan peningkatan produktivitas padi dengan cara biofortifikasi agronomi Zn. Biofortifikasi adalah upaya penambahan atau memperbaiki kualitas bahan pangan dimulai saat tanaman pangan tersebut mulai dibudidayakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon morfofisiologi empat Varietas tanaman padi terhadap pemberian pupuk Zn dan memperoleh metode aplikasi pemupukan Zn yang tepat pada tanaman padi sawah.
Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Sawah Baru, IPB, Bogor, Jawa Barat, pada bulan November 2020 – April 2021. Analisis Tanaman dilakukan di Laboratorium Pascapanen dan Laboratorium Ekofisiologi Tanaman, Departemen Agronomi dan Hortikultura, Institut Pertanian Bogor. Penelitian dilaksanakan dengan metode eksperimental faktorial yang disusun dalam Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT), dengan faktor pertama yaitu Varietas padi (V) : Padi Japonica (V1), Padi Hibrida (V2), Varietas Unggul Baru (V3) dan Padi Tipe Baru (V4). Sedangkan faktor kedua yaitu Metode Pemupukan Zn : Sebar (Broadcsating) (F1), dan Semprot (Folliar Spray) (F2) sehingga terdapat 8 kombinasi perlakuan, masing-masing kombinasi perlakuan diulang sebanyak empat ulangan sehingga terdapat 32 petak percobaan. Masing-masing petak percobaan memiliki ukuran 3m x 5m dengan jarak tanam 25cm x 25 cm. Pemupukan perlakuan dilaksanakan pada 4 MST dan 8 MST berbarengan dengan pemupukan standar dengan dosis 18.75 g per petak. Hasil pengamatan dianalisis menggunakan Analysis of variance (ANOVA) yang apabila beda nyata kemudian diuji lanjut menggunakan Duncan Multiple Range Test (DMRT).
Varietas padi berpengaruh signifikan pada tinggi tanaman, dimana IPB 3S menjadi varietas paling tinggi yaitu dengan rerata tinggi tanaman 96.66 cm. Varietas padi juga berpengaruh signifikan pada peubah jumlah anakan dan jumlah anakan produktif, varietas Hipa 18 dan Inpari 32 memiliki jumah anakan dan anakan produktif paling banyak. Jumlah total anakan Hipa 18 dan Inpari 32 adalah 16.77 dan 15.67 anakan dan anakan produktif Hipa 18 dan Inpari 32 adalah 14.28 dan 12.75. Metode pemberian pemupukan Zn tidak berpengaruh nyata pada peubah morfologis. Varietas tanaman padi berpengaruh signifikan pada peubah laju fotosintesis, namun tidak berpengaruh signifikan pada peubah konduktasi stomata dan laju trasnpirasi. Peubah laju fotosintesis didapatkan hasil laju fotosintesis varietas IPB 3S menjadi yang tertinggi yaitu 33.998 μmol CO2 m-2 s-1.
Varietas tanaman padi berpengaruh signifikan pada peubah panjang malai, jumlah gabah per malai dan berat 1000 butir. Varietas padi IPB 3S memiliki hasil panjang malai, jumlah gabah per malai dan berat 1000 butir paling baik. Varietas tanaman padi berpengaruh signifikan pada peubah estimasi produksi, kadar Zn dalam beras, dan serapan Zn ubinan. Varietas padi Hipa 18 memiliki estimasi produksi, kadar Zn dalam beras, dan serapan Zn ubinan paling tinggi. Perlakuan metode pemupukan varietas tidak berpengaruh signifikan pada semua peubah pengamatan komponen hasil. | id |