Show simple item record

dc.contributor.advisorSyukur, Muhamad
dc.contributor.advisorSuwarno, Willy Bayuardi
dc.contributor.advisorRitonga, Widura Ritonga
dc.contributor.authorAbdillah, Shahrizal Muhammad
dc.date.accessioned2023-08-14T03:33:00Z
dc.date.available2023-08-14T03:33:00Z
dc.date.issued2023
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/123829
dc.description.abstractOkra merupakan tanaman sayuran yang telah dibudidayakan di wilayah tropis hingga subtropis, dan masuk telah lama di Indonesia. Manfaat okra bagi kesehatan adalah untuk mencegah kanker dan obesitas. Tanaman ini memiliki peluang yang bagus untuk dikembangkan, terutama di Indonesia ketersediaan varietas okra yang berdaya hasil tinggi masih rendah. Namun, pada kenyatannya, keheterogenan iklim di beberapa wilayah Indonesia sangat tinggi sehingga performa dari genotipe dapat berbeda-beda di setiap lingkungan. Hal ini diakibatkan adanya interaksi genotipe dengan lingkungan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi terkait keragaan genotipe di empat lingkungan, mendapatkan informasi terkait interaksi genotipe dengan lingkungan berikut dengan faktor iklim yang berperan di dalamnya dan mendapatkan genotipe yang stabil dan berdaya hasil tinggi di seluruh lingkungan yang diuji. Percobaan ini menggunakan racangan kelompok lengkap teracak dengan sepuluh genotipe diacak pada tiga blok pada setiap empat lingkungan. Analisis ragam gabungan digunakan pada penelitian ini untuk mendapatkan informasi interaksi genotipe dengan lingkungan. Pengaruh interaksi yang nyata ditemukan pada beberapa karakter kuantitatif yang diamati. Oleh karena itu respon genotipe di seltiap lingkungan akan berbeda- beda. Rata-rata jumlah buah tertinggi diseluruh lingkungan ditunjukkan oleh genotipe G3 (F6 Zahira/MC-13-7-15-21) dan varietas Naila. Hasil analisis faktorial regresi menunjukkan faktor curah hujan berkontribusi paling besar terhadap keragaman interaksi GxE pada produktivitas buah okra. Berdasarkan analisis stabilitas dengan metode koefisien regresi, deviasi regresi, ASV dan koefisien keragaman genotipe menunjukkan genotipe G6 (F6 Clemson/Stripe-3-10-15) merupakan genotipe yang paling stabil. Analisis biplot AMMI dan GGE memperkuat bahwa genotipe G6 (F6 Clemson/Stripe-3-10-15) merupakan genotipe yang ideal di seluruh lingkungan. Selain itu, genotipe G1 (F6 Zahira/MB291-11-6- 1) merupakan genotipe yang cocok untuk dikembangkan di lingkungan Bogor 1 dan Bogor 2, genotipe G3 (F6 Zahira/MC-13-7-15-21) akan menunjukkan respon produktivitas buah yang tinggi jika ditanam di Jember, sedangkan genotipe G4 (F6 Clemson/Naila-23-10-1-18) akan memiliki produktivitas buah yang tinggi jika di tanam di Lampung.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)id
dc.subject.ddcOkraid
dc.subject.ddcPertanianid
dc.subject.ddcPemuliaanid
dc.titleKeragaan dan Stabilitas Hasil Genotipe Okra (Abelmoschus esculentus L. Moench) Merah dan Hijau di Empat Lingkunganid
dc.title.alternativeYield Stability and Performance of Red and Greed Okra Genotypes (Abelmoschus esculentus L. Moench) under Four Environmentsid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordStabilitas, Okra, GGEid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record