| dc.description.abstract | Kota Surabaya merupakan ibu kota provinsi Jawa Timur, yang menerapkan Program Pengembangan Kota Hijau/Green City (P2KH). Kota Surabaya mendapatkan penghargaan Global Green City 2017 dari Global Forum on Human Settlements (GFHS) yang didukung PBB pada tahun 2017. Kesesuaian kualitas ruang terbuka hijau (RTH) Kota Surabaya yang sesuai dengan program P2KH perlu dibuktikan dengan perubahan luas penggunaan lahan untuk RTH, dan terpenuhinya jasa ekosistem (ecosystem services) berupa fungsi sosial dan ekologis untuk penggunanya. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kesesuaian fungsi sosial dan ekologis RTH di Kota Surabaya, melalui metode analisis spatial modelling menggunakan aplikasi ENVI, ArcMap dan FRAGSTATS. Selain itu, dilakukan analisis lapang melalui sampling dengan metode sample plotting, serta persebaran kuesioner mengenai fungsi sosial dari RTH.
Analisis land use-cover changes (LUCC) menunjukkan bahwa adanya penerapan program P2KH (Green City) sejak tahun 2011 menghasilkan mitigasi dan tingginya laju perubahan tutupan dan penggunaan lahan di Surabaya. Hasil analisis landscape dynamic typology (LDT) menunjukkan tingginya RTH yang mengalami penambahan luas dan juga kehilangan luas di Kota Surabaya. Perubahan tutupan lahan dari kawasan terbuka hijau menjadi kawasan terbangun menyebabkan sebagian besar RTH yang mengalami kehilangan luas dan fragmentasi.
Hasil analisis fungsi ekologis menunjukkan bahwa fungsi penyerap polutan dan penahan angin sudah terpenuhi di RTH taman kota, namun tidak dengan fungsi peneduh dan peredam kebisingan. Sebagian besar fungsi ekologis RTH streetscape sudah cukup memenuhi kecuali fungsi penyerap polutan dan penahan kebisingan. Vegetasi pada RTH hutan kota belum terpenuhi sebagai fungsi konservasi, namun sangat terpenuhi pada fungsi penyerap polutan. Vegetasi pada RTH riverscape tidak mencukupi sebagai fungsi penahan erosi, namun sudah mencukupi sebagai penyerap polutan. Vegetasi RTH mangrove sudah cukup sesuai sebagai penyerap polutan, namun belum cukup sesuai sebagai fungsi konservasi.
Analisis fungsi sosial menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat cenderung memanfaatkan RTH dengan fungsi rekreasi dibandingkan dengan fungsi lain, terutama pada jenis RTH taman kota. Taman Bungkul merupakan taman yang terbanyak diminati responden untuk dikunjungi. Data yang dihasilkan melalui kuesioner menunjukkan bahwa sebagian besar atribut green city belum terpenuhi di Kota Surabaya. Atribut yang dinilai lebih memenuhi menurut responden adalah green planning and design dan green open space. Penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan saran untuk evaluasi bagi pemerintah Kota Surabaya dalam merencanakan dan mengembangkan kota yang berkelanjutan. | |