Show simple item record

dc.contributor.advisorHariyadi
dc.contributor.advisorKuniawati, Ani
dc.contributor.authorDiniaty, Rossa
dc.date.accessioned2023-08-10T11:50:42Z
dc.date.available2023-08-10T11:50:42Z
dc.date.issued2023-08
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/123604
dc.description.abstractKelapa sawit memiliki peranan potensial yang sangat strategis sebagai sumber pendapatan masyarakat serta mampu menyerap tenaga kerja baru. Peremajaan atau replanting merupakan pergantian tanaman tua yang tidak produktif dengan tanaman yang baru. Peremajaan menjadi sangat penting untuk memaksimalkan produksi di tengah isu keterbatasan areal. Sistem peremajaan tumpang sari yaitu salah satu sistem peremajaan dengan menumbang habis tanaman yang tua dan menggantinya dengan tanaman baru serta menanam tanaman pangan. Pemanfaatan areal gawangan di antara sawit ini dapat dijadikan jalan keluar terhadap kekurangan lahan pertanian tanaman pangan dalam mendukung kebijakan pemerintah melalui program swasembada pangan nasional, yaitu program Pajale (padi, jagung dan kedelai). Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengembangkan sistem pertanian tanaman sela melalui sistem tumpang sari diantara tanaman kelapa sawit belum menghasilkan, (2) memperoleh informasi jenis tanaman sela yang toleran pada areal tanaman kelapa sawit belum menghasilkan umur satu tahun, dan (3) mempelajari pengaruh tanaman sela terhadap emisi gas CO2 di perkebunan kelapa sawit. Penelitian ini dilaksanakan di areal replanting perkebunan kelapa sawit rakyat Desa Banjar Seminai Kecamatan Dayun Kabupaten Siak, Provinsi Riau, mulai bulan Mei 2017 sampai November 2017. Rancangan yang digunakan adalah rancangan petak terpisah dengan tiga ulangan. Petak pertama adalah jenis tanaman terdiri atas empat jenis, yaitu : jagung, kedelai, cabai dan terung. Anak petak adalah pemupukan terdiri atas dua taraf, yaitu : tanpa pemberian dolomit dan pemberian dolomit dengan dosis 2,5 ton ha-1 . Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian dolomit pada tanaman terung nyata memengaruhi pada parameter umur berbunga, umur berbuah, lebar kanopi, jumlah cabang, panjang buah, diameter buah dan bobot per buah. Pertumbuhan tanaman kelapa sawit dengan beberapa tanaman sela nyata memengaruhi pada tinggi tanaman dan lebar kanopi. Tanaman kelapa sawit yang ditanami dengan tanaman sela kedelai nyata menurunkan emisi gas karbondioksida.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePemanfaatan tanaman sela dan pemberian dolomit pada lahan pasca replanting di perkebunan kelapa sawit rakyatid
dc.title.alternativeUtilization of Intercropping Crops and Distribution of Dolomite in Post Replanting Land on Smallholder Oil Palm Plantationsid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordtanaman selaid
dc.subject.keywordreplantingid
dc.subject.keyworddolomiteid
dc.subject.keywordemisi karbon dioksidaid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record