| dc.description.abstract | Toleransi kekeringan pada padi dipengaruhi oleh berbagai sifat agromorfofisiologi. Peningkatan toleransi kekeringan pada padi gogo menjadi hal yang
sangat penting. Penelitian yang bertujuan untuk menyeleksi dan mengidentifikasi
padi gogo Towuti melalui teknik induksi mutasi untuk mengembangkan varietas
yang toleran terhadap cekaman kekeringan dan adaptif terhadap perubahan iklim
masih terus dilakukan. Sampai saat ini temuan spesifik dari investigasi
morfofisiologis, metabolomik, dan biokimia pada padi gogo Towuti mutan belum
sepenuhnya diungkapkan. Selain itu, studi tentang kemampuan toleransi
kekeringan sangat penting. Hal itu akan memberikan wawasan berharga mengenai
adaptasi padi mutan gogo Towuti, terutama terkait adaptasi terhadap kekeringan,
dan penerapannya dalam pertanian modern. Penelitian ini dilakukan di rumah kaca
dan terdiri dari dua percobaan: (1) Konfirmasi toleransi kekeringan pada padi gogo
M4, dan (2) Identifikasi respons morfofisiologis, biokimia, dan metabolomik pada
generasi M5 terhadap tekanan kekeringan. Percobaan tersebut diatur dalam
rancangan kelompok teracak lengkap (RKLT).
Hasil penelitian menunjukkan variasi dalam respons toleransi kekeringan
diantara 24 galur padi gogo M4. Dari 24 galur, dua galur menunjukkan sensitivitas
terhadap kekeringan (Tw6, Tw24), sementara tiga galur menunjukkan toleransinya
(Tw16, Tw18, Tw22) berdasarkan nilai derajat kekeringan (DTD), Skor recovey
dan Skor daun mengering fase terminal. Nilai derajat kekeringan (DTD) beberapa
galur mutan yang toleran (>0,85), memiliki skor daya tumbuh kembali yang
tergolong toleran dan skor daun mengering fase terminal yang tergolong agak
toleran. Indikator DTD dapat dijadikan sebagai indikator seleksi kekeringan pada
tanaman padi. Cekaman kekeringan pada fase vegetatif dan terminal secara
signifikan menurunkan rata-rata tinggi tanaman dan jumlah anakan total. Tanaman
dengan toleransi rendah mengalami kesulitan menghadapi cekaman kekeringan
berulang. Perbedaan respons tiap genotipe terhadap kondisi kekeringan yang
diberikan menunjukkan tingkat toleransi terhadap cekaman kekeringan yang
dipengaruhi oleh (a) karakter morfologi seperti penurunan tinggi tanaman jumlah
anakan, lebar daun, (b) fisiologi, seperti penurunan SPAD, kadar air daun relatif,
klorofil a, klorofil b, klorofil total, karoten, Transpirasi, Laju fotosintesis,
Intercelular CO2, Total konduktansi dan terjadi peningkatan kebocoran elektrolit
dan suhu daun (c) biokimia seperti mengikatnya total aktivitas enzim CAT, APX,
MDA, Prolin, (d) metabolomik seperti penurunan jumlah senyawa metabolit.
Kelompok genotipe padi toleran lebih tahan kering jika dibandingkan dengan
genotipe padi peka dikarenakan kelompok genotipe membentuk perlindungan
dengan memanjangkan akar, pembentukan kadar prolin yang tinggi, meningkatnya
total aktifitas enzim CAT dan APX serta didukung oleh pembentukan senyawa
metabolit sekunder berupa phytol dan neopytadiene. | |