Pengembangan Sistem Manajemen Pelatihan Kerja Di Pemerintah Kota Surakarta dengan Metode Prototyping
View/ Open
Date
2023-08-10Author
Putra, Affriza Brilyan Relo Pambudi Agus
Neyman, Shelvie Nidya
Hendra, Rahmawan
Metadata
Show full item recordAbstract
Pemerintah Kota Surakarta memiliki 35 Organisasi Pemerintah Daerah (OPD), dari 35 OPD tersebut terdapat kelima OPD yang memiliki program kerja yang saling berkaitan yaitu: Dinas Tenaga Kerja, Dinas Perdagangan, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat, Dinas Koperasi UMKM & Perindustrian dan Dinas Pendidikan. Kelima OPD tersebut memiliki program pelatihan untuk meningkatkan keterampilan pencari kerja. Saat ini penyelenggaraan pelatihan kerja pada lima OPD tersebut masih bersifat konvensional. Kelima OPD tersebut menerima data pengangguran dari Dinas Sosial Kota Surakarta melalui aplikasi Whatsapp atau e-mail dengan format Microsoft Excel. Berdasarkan data pengangguran tersebut kelima OPD menyelenggarakan pelatihan secara mandiri tanpa adanya koordinasi antar OPD. Karena tidak adanya koordinasi antar OPD maka beberapa pelatihan diselenggarakan OPD tersebut memiliki tema pelatihan yang sama.
Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki proses bisnis dalam manajemen pelatihan untuk mengatasi adanya kesamaan pelatihan dengan mensinkronisasi data pelatihan. Berdasarkan data pelatihan yang sudah diperoleh kemudian dilakukan pengembangan sistem dengan melibatkan OPD yang terkait, sehingga dapat mengatasi masalah kesamaan pelatihan kerja dan manajemen pelatihan kerja.
Pemerintah Kota Surakarta telah menggunakan Sistem Pemerintah Berbasis Elektronik (SPBE). Pemerintah kota Surakarta telah melakukan beberapa Upaya dalam menerapakan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk meningkatkan efisiensi administrasi pemerintah dan pelayanan, namun hasil evaluasi yang dikeluarkan oleh Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia memperoleh nilai indeks 2,75 pada tahun 2021hasil tersebut masih terbilang kurang dalam birokrasi pemerintah berbasis elektronik. Penyebabnya diantaranya kurangnya aksesibilitas, tidak semua warga memiliki akses yang mudah perangkat elektronik dan konektivitas internet yang stabil, kuranganya literasi digital, keamanan data dan rendahnya partisipasi masyarakat dengan sistem pemerintah berbasis elektronik.
Fokus penelitian ini adalah penerapan metode prototyping dalam perancangan pengembangan sistem pelatihan kerja di kota Surakarta, sehingga pada penelitian ini lebih berfokus pada Analisa kebutuhan pengguna serta pengenalan sistem kepada pengguna. Berawal dari tahap wawancara dan berakhir pada tahap feedback dari pengguna, penelitian ini menghasilkan sistem yang sesuai dengan proses analisis kebutuhan pengguna. Pengujian sistem dilakukan dengan beberapa tahapan – tahapan prototyping dengan wawancara pengguna guna untuk menjelaskan permasalahan pelatihan kerja, sumber data yang diperoleh serta meminta requiment yang dibutuhkan oleh pengembang. Pengujian dalam penelitian ini menggunakan metode black-box untuk menilai dan meminta masukan fungsional sistem yang di butuhkan oleh pengguna, bahwasanya sistem pelatihan kerja di pemerintah kota Surakarta dan kelima OPD mendukung perencanaan
pelaksanaan, evaluasi dan pembagian pelatihan kerja. Melalui pendekatan ini, harapannya adalah memberikan dampak positif bagi peserta pelatihan dan pemerintah Kota Surakarta serta meningkatkan Sistem Pemerintah Berbasis Elektronik di aspek pelayanan dan birokrasi berbasis digital.
