| dc.description.abstract | Konsumsi susu di Indonesia setiap tahunnya meningkat sehingga kebutuhan sapi perah mengalami peningkatan. Produksi susu sapi perah dapat mengalami penurunan yang disebabkan oleh penyakit metabolisme yang dipengaruhi perilaku manajemen pakan peternak yang kurang baik. Oleh karena itu, korelasi antara perilaku peternak dan kejadian penyakit metabolisme perlu diidentifikasi. Penelitian ini dilakukan dengan mewawancarai 10 peternak di Kunak, Bogor serta Pangalengan dan Lembang, Bandung. Wawancara dilakukan dengan memberikan Kuesioner yang berisikan beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan perilaku manajemen pakan serta kejadian metabolisme. Berdasarkan data Kuesioner, hanya 30% peternak yang memiliki pengetahuan tentang manajemen pakan dan 50% yang paham mengenai komposisi pakan yang baik. Pakan yang lebih banyak diberikan antara lain konsentrat, rumput, ampas singkong, jerami, ampas tahu, dan sebagainya. Waktu pengambilan pakan pada pagi dan sore hari serta 60% pakan diambil di lahan sendiri. Dari beberapa kejadian metabolisme, didapatkan bahwa 60% kejadian metabolisme yang dikeluhkan peternak adalah bloat. Rata-rata pengetahuan manajemen peternak adalah 17%. Berdasarkan data kuesioner yang dibagikan ke peternak, disimpulkan bahwa pengetahuan yang kurang tepat mengenai manajemen, komposisi, jenis, waktu, cara, musim, serta pemberian pakan pada masa pertumbuhan dan laktasi dapat meningkatkan risiko timbulnya penyakit metabolisme pada sapi perah seperti displasia abomasum, ketosis, diare, indigesti, bloat, dan milk fever. | id |