| dc.contributor.advisor | Sunarminto, Tutut | |
| dc.contributor.advisor | Arief, Harnios | |
| dc.contributor.author | Utami, Sutjie Dwi | |
| dc.date.accessioned | 2023-08-10T06:52:56Z | |
| dc.date.available | 2023-08-10T06:52:56Z | |
| dc.date.issued | 2023-08-10 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/123521 | |
| dc.description.abstract | Pemanfaatan kawasan hutan lindung dalam hutan kemasyarakatan (HKm) di hutan mangrove Munjang adalah pemanfaatan jasa lingkungan, diantaranya ekowisata. Implementasi pengembangan ekowisata mangrove Munjang belum menjamin kelestarian hutan dan kesejahteraan masyarakat. Masyarakat sebagai subjek program belum sepenuhnya terlibat dalam pengembangan ekowisata mangrove Munjang. Pelaksanaan konsep pengembangan ekowisata tentunya diperlukan partisipasi yang cukup baik dari para stakeholder yang terlibat dalam pengelolaan ekowisata. Strategi peningkatan partisipasi masyarakat diharapkan mampu mendorong, memotivasi, dan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi terhadap pengembangan ekowisata mangrove serta dapat memberikan keseimbangan antara pemanfaatan ekologi dan ekonomi serta menjadikan hutan mangrove Munjang sebagai salah satu destinasi wisata di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi sumberdaya dan kelayakan wisata di mangrove Munjang serta mengetahui seberapa jauh partisipasi dan kesiapan masyarakat dalam semua aspek baik material maupun immaterial sehingga dapat menyusun strategi peningkatan partisipasi masyarakat dalam pengembangan ekowisata mangrove Munjang di Kabupaten Bangka Tengah dalam upaya pengelolaan mangrove sebagai implementasi program Hutan Kemasyarakatan (HKm) berbasis wisata alam dengan tujuan memaksimalkan fungsi hutan mangrove.
Teknik pengumpulan responden menggunakan metode simple random sampling yang memilih desa yang berdekatan dan berjauhan dengan kawasan ekowisata mangrove Munjang. Masyarakat yang berada di Desa Kurau Barat (desa terdekat) dan Desa Nibung (desa terjauh) dijadikan sampling. Responden pengunjung menggunakan motode accidental sampling yaitu prosedur penentuan responden (sampel) dari wisatawan yang paling mudah ditemui atau diakses. Responden atau informan dalam penelitian ini antara lain kelompok HKm Gempa 01, Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Pemerintah Daerah Kabupaten Bangka Tengah, Pemerintah Desa Kurau Barat, Pemerintah Desa Nibung, LSM, Perguruan Tinggi, dan komunitas masyarakat Desa Kurau Barat yang terdiri dari tokoh masyarakat, dan kelompok UMKM. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan analisis SWOT yang kemudian dapat menghasilkan strategi partisipasi masyarakat dalam pengembangan ekowisata mangrove Munjang di Kabupaten Bangka Tengah menjadi ekowisata yang berkelanjutan.
Kesiapan masyarakat terhadap pengembangan ekowisata dari 3 (tiga) indikator meliputi persepsi, motivasi dan partisipasi masyarakat tergolong baik. Masyarakat mendukung pelaksanaan ekowisata terutama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal. Partisipasi masyarakat terhadap ekowisata sudah berjalan dengan baik meskipun belum terlibat secara maksimal. Tingkat partisipasi masyarakat berada pada tingkat placation sebagai level tertinggi dalam tokenisme. Kondisi ini menggambarkan keterlibatan masyarakat dalam pembangunan ekowisata masih sangat terbatas, saran, pendapat dan kebutuhan masyarakat masih kurang diperhatikan dan tidak menjadi prioritas pertimbangan dalam penentuan perencanaan pembangunan ekowisata.
Strategi yang digunakan dalam mengembangkan ekowisata mangrove Munjang yaitu strategi WO (Weakness-Opportunities) atau strategi turn around, yakni melakukan pengelolaan dengan meminimalkan kelemahan yang dimiliki untuk mengoptimalkan peluang yang ada di ekowisata mangrove Munjang. Untuk itu pengelola harus memiliki kebijakan strategis untuk meminimalisir kelemahan dalam memanfaatkan peluang. Strategi yang dapat dilakukan antara lain mempertegas penegakan hukum dan peraturan untuk menjaga kelestarian mangrove, membuat kesepakatan kerjasama pengelolaan ekowisata dengan instansi terkait, penguatan konsep ekowisata, meningkatkan kualitas sumberdaya manusia dengan memberikan pembinaan tentang konservasi dan mengefektifkan kegiatan kelembagaan lokal sehingga masyarakat memiliki keterampilan dan modal untuk berpartisipasi terhadap pengembangan ekowisata. | id |
| dc.description.abstract | The utilization of protected forest areas in community forestry (HKm) in the Munjang mangrove forest is the utilization of environmental services, including ecotourism. The implementation of the Munjang mangrove ecotourism development has not guaranteed forest sustainability and community welfare. Community as the subject of the program has not seen its existence in the development of Munjang mangrove ecotourism. The implementation of the ecotourism development concept certainly requires fairly good participation from stakeholders involved in ecotourism management. The strategy of increasing community participation is expected to be able to encourage, motivate and increase public awareness to participate in the development of mangrove ecotourism and can provide a balance between ecological and economic use and make the Munjang mangrove forest one of the tourist destinations in the Bangka Belitung Islands Province. This study aims to analyze the resource potential and feasibility of tourism in the Munjang mangroves and to find out how far the community's participation and readiness are in all aspects both material and immaterial so that they can develop strategies to increase community participation in the development of Munjang mangrove ecotourism in Central Bangka Regency to manage mangroves as an implementation community forest program (HKm) based on nature tourism to maximize the function of mangrove forests.
Collecting respondents used the simple random sampling method, choosing villages close to and far from the Munjang mangrove ecotourism area. Communities in Kurau Barat Village (the nearest village) and Nibung Village (the farthest village) were sampled. Visitor respondents used the accidental sampling method, namely the procedure for determining respondents (samples) from tourists who were the easiest to find or access. Respondents or informants in this study included the 01 Earthquake HKm group, the Central Government, the Provincial Government of the Bangka Belitung Islands, the Regional Government of Central Bangka Regency, West Kurau Village Government, Nibung Village Government, NGOs, Universities, and the West Kurau Village community consisting of from community leaders, and MSME groups. The collected data were then analyzed using descriptive analysis and SWOT analysis, which could produce a community participation strategy in developing the Munjang mangrove ecotourism in Central Bangka Regency into sustainable ecotourism.
Community readiness for ecotourism development from 3 (three) indicators including perception, motivation, and community participation is classified as good. The community supports the implementation of ecotourism, especially to improve the welfare of local communities. Community participation in ecotourism has been going well even though it has not been optimally involved. The level of community participation is at the level of placation as the highest level in tokenism. This condition illustrates that community involvement in ecotourism development is still very limited, suggestions, opinions, and community needs are still not considered and are not a priority consideration in determining ecotourism development plans.
The strategy used in developing Munjang mangrove ecotourism is the WO (Weakness-Opportunities) strategy or turn around strategy, namely managing by minimizing weaknesses to optimize the opportunities that exist in Munjang mangrove ecotourism. For this reason, managers must have strategic policies to minimize weaknesses in taking advantage of opportunities. Strategies that can be implemented include strengthening law enforcement and regulations to preserve mangroves, making ecotourism management cooperation agreements with related agencies, strengthening the concept of ecotourism, improving the quality of human resources by providing guidance on conservation and streamlining local institutional activities so that people have the skills and capital to participate in ecotourism development. | id |
| dc.language.iso | id | id |
| dc.publisher | IPB University | id |
| dc.title | Partisipasi Masyarakat Dalam Pengembangan Ekowisata Mangrove Munjang Di Kabupaten Bangka Tengah | id |
| dc.title.alternative | Community Participation in the Development of Munjang Mangrove Ecotourism in Central Bangka Regency | id |
| dc.type | Thesis | id |
| dc.subject.keyword | ekowisata | id |
| dc.subject.keyword | mangrove | id |
| dc.subject.keyword | masyarakat | id |
| dc.subject.keyword | partisipasi | id |