View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Dissertations
      • DT - Business
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Dissertations
      • DT - Business
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Rancang Bangun Model Pengembangan Ekosistem Bisnis Haji Dan Umrah di Indonesia

      Thumbnail
      View/Open
      Cover (846.7Kb)
      Fulltext (3.755Mb)
      Date
      2023-08-02
      Author
      Sopyan, Dedi
      Maarif, M Syamsul
      Affandi, M. Joko
      Arsyianti, Laily Dwi
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Haji merupakan ibadah yang wajib dilaksanakan dan sangat diminati oleh umat muslim dunia termasuk umat muslim Indonesia. Jumlah jemaah haji Indonesia yang diberangkatkan tahun 2019 sebanyak 212.730, sedangkan jumlah jemaah umrah mencapai 15,4% dari total Jemaah umrah di luar Arab Saudi atau sebanyak 1.005.336 jemaah. Besarnya ekonomi haji dan umrah Indonesia dengan potensi putaran ekonomi sebesar 25 triliun rupiah per tahun belum dapat dimanfaatkan dengan baik. Indonesia hanya menjadi pangsa pasar atau konsumen tetapi sangat sedikit perannya sebagai produsen dan pemberi value added. Penelitian ini bertujuan untuk 1) menganalisis kondisi ekosistem dan gambaran bisnis terkait dengan kegiatan penyelenggaraan haji dan umrah di Indonesia, 2) menganalisis situasi problematik ekosistem bisnis haji dan umrah di Indonesia, 3) memformulasikan strategi pengembangan ekosistem bisnis haji dan umrah di Indonesia dan 4) Membangun model pengembangan ekosistem bisnis haji dan umrah di Indonesia. Tujuan tersebut dicapai dengan melalui tahapan penelitian dengan studi literatur dan analisa situasional untuk mengidentifikasi kendala, merumuskan model rancang bangun yang tepat melalui strategi kebijakan pengembangan Ekosistem bisnis haji dan umrah dan menentukan langkah kebijakan alternatif yang dapat direkomendasikan untuk mendorong Ekosistem bisnis haji dan umrah berkelanjutan dan memberi value added. Penelitian ini dilakukan di Dirjen Haji dan Umrah Kementerian Agama dan Kantor Pusat Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dari bulan Agustus 2021 - Juli 2022. Desain atau rancangan penelitian ini menggunakan pendekatan campuran (mixed method) kualitatif dan kuantitatif, serta pendekatan system (hard system). Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis situasional, analisis Soft System Methodology (SSM), Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Interpretative Structural Modelling (ISM). Metode pengumpulan data yaitu menggunakan data primer dan data sekunder, data primer dikumpulkan melalui depth interview dan focus group. Sedangkan data sekunder diperoleh dari jurnal, artikel ilmiah, dan Studi Kasus Empiris penyelenggaraan haji di negara lain, misalnya di Malaysia dan di Pakistan. Hasil penelitian menunjukan bahwa masih terdapat beberapa permasalahan dalam ekosistem bisnis haji dan umrah di Indonesia terutama pada sektor tata kelola yang belum optimal dan masih tidak terkoneksi satu sama lain, permasalahan kelembagaan yang masih ego sektoral dan institutional silo yang terbentuk dari regulasi, regulasi yang rigid dan belum optimal, masalah pada sektor supply-chain yang belum terkoneksi satu sama lain di dalam ekosistem, dan regulasi di Arab Saudi yang tidak dapat diprediksi. Upaya mengatasi permasalahan dalam pengembangan ekosistem bisnis haji dan umrah di Indonesia tersebut, alternatif strategi yang paling baik deregulasi tata kelola ekosistem bisnis haji dan umrah yang berorientasi menciptakan nilai tambah dan sustainable. Faktor utama yang dapat mendukung untuk mencapai tujuan v tersebut adalah tata kelola, aktor yang paling berperan yaitu Kementerian Agama dan tujuan yang ingin dicapai adalah Optimalisasi rantai pasok dan rantai nilai dalam Ekosistem bisnis haji dan umrah. Hasil Model Pengembangan Ekosistem Bisnis Haji dan Umrah di Indonesia menunjukan bahwa lembaga atau kelompok utama yang terlibat yaitu DPR RI dan Kementerian Arab Saudi, lembaga atau kelompok utama yang terpengaruh adalah PPIU/PIHK, Jemaah haji, dan Mitra Usaha Pendukung lainnya. Kendala utama yang dihadapi adalah belum adanya lembaga yang mengambil peran untuk fokus pada pengoptimalan ekosistem bisnis haji dan umrah dan regulasi haji dan umrah yang diatur oleh Pemerintah Arab Saudi tidak bisa diprediksi, kemudian program yang dibutuhkan adalah pemisahan pengelolaan manajemen ekosistem haji pada lembaga yang dinilai lebih fokus pada haji dan umrah dan terakhir perubahan yang harus dilakukan adalah membentuk lembaga penghubung antara Arab Saudi dan Pemerintah (untuk membentuk hubungan personal) dan pengelolaan stakeholder utama yang berada di ekosistem bisnis haji dan umrah.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/123265
      Collections
      • DT - Business [372]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository