Produksi Terpenoid, Kapasitas Antioksidan, dan Profil Metabolit Daun Adenostemma lavenia pada Naungan dan Dosis Nitrogen Berbeda
Date
2023-08Author
Shafira, Anisya Elsa
Batubara, Irmanida
Aziz, Sandra Arifin
Farid, Muhammad
Metadata
Show full item recordAbstract
Adenostemma lavenia merupakan salah satu tumbuhan obat yang berasal dari
famili Asteraceae. Tumbuhan ini telah digunakan sebagai obat tradisional untuk
menyembuhkan radang paru-paru, demam, hepatitis, emboli paru, edema, dan luka
kulit. Tumbuhan ini juga mengandung flavonoid, alkaloid, terpenoid, dan minyak
atsiri yang tinggi, serta menunjukkan berbagai aktivitas biologis, salah satunya
antioksidan. Asam en-11-hidroksi-15-oksokaur-16-en-19-oat (11α OH-KA, asam
kaurenoat, kelompok terpenoid) merupakan salah satu komponen utama yang telah
berhasil diisolasi pada A. lavenia. Walaupun demikian, kandungan kimia dan
aktivitas biologis suatu tanaman bergantung pada faktor budidayanya akan tetapi,
belum ada penelitian yang mengevaluasi bagaimana pengaruh budidaya terhadap
produksi terpenoid dan 11α OH-KA, kapasitas antioksidan, serta profil metabolit
daun A. lavenia. Naungan dipilih karena merupakan salah satu faktor lingkungan
yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan metabolit sekunder tanaman pada
intensitas tertentu. Didukung dengan pemberian unsur hara nitrogen yang diketahui
dapat meningkatkan pertumbuhan, klorofil, dan sintesis metabolit tanaman.
Penelitian ini bertujuan menentukan produksi terpenoid dan 11α OH-KA,
kapasitas antioksidan, serta mengidentifikasi profil metabolit yang optimum dari A.
lavenia yang dibudidayakan dengan variasi pemberian naungan dan dosis nitrogen
berbeda. Rancangan percobaan yang digunakan adalah nested design dengan dua
taraf perlakuan, yaitu kerapatan naungan dan dosis N berbeda. Produksi metabolit
didapatkan dari kadar dikali bobot kering panen. Terpenoid total dianalisis dengan
spektrofotometer UV-Vis, kadar 11α OH-KA dengan high-performance liquid
chromatography (HPLC), kapasitas antioksidan dilakukan dengan metode 2,2-
difenil-1-pikrilhidrazil (DPPH), dan identifikasi metabolit dilakukan dengan
kromatografi cair-spektrometri massa (LC-MS/MS).
Hasil percobaan menunjukkan perlakuan optimum untuk produksi terpenoid
dan 11α OH-KA, serta kapasitas antioksidan adalah pada naungan 25% atau
nitrogen 45 kg/ha. Naungan 25% meningkatkan kadar terpenoid dan 11α OH-KA
masing-masing sebesar 1,65 dan 1,17 kali dari kontrol. Nitrogen 45 kg/ha
meningkatkan masing-masing sebesar, 1,28 dan 1,41 kali dari kontrol. Delapan
belas senyawa telah berhasil dianalisis dan dikonfirmasi profil metabolitnya, yaitu
golongan terpenoid, fenolik, flavonoid, alkaloid, asam fenolat, asam amino, dan
asam lemak. Terpenoid menjadi komponen yang lebih banyak teridentifikasi pada
penelitian ini. Analisis heatmap menggambarkan adanya variasi metabolit yang
teridentifikasi pada setiap perlakuan.
