Efisiensi Lahan dan Pemupukan N dalam Pola Tanam Sisip Kedelai Edamame dan Jagung pada Budidaya Jenuh Air di Lahan Sawah
Abstract
Jagung merupakan bahan pangan pendamping beras yang mempunyai
keunggulan komparatif dibanding serealia lain. Kedelai merupakan tanaman yang
strategis dan penting di Indonesia. Produk kedelai dapat dimanfaatkan sebagai
bahan pangan, pakan ternak dan berbagai hasil produk olahan industri yang
merupakan sumber protein nabati lengkap. Kedelai dan jagung dapat
dibudidayakan secara tanam sisip karena kedua tanaman tersebut dapat
menimbulkan efek komplementer yang menguntungkan.
Pengaturan waktu tanam pada sistem polikultur dalam budidaya jenuh air
merupakan upaya untuk meningkatkan efisiensi lahan. Pemberian biomassa residu
hasil panen kedelai diharapkan menghemat penggunaan pupuk N. Tujuan
penelitian adalah untuk mengetahui produktivitas lahan dengan sistem pola tanam
sisip dengan menghitung nilai Nisbah Kesetaraan Lahan, mengetahui efisiensi
pemupukan N pada tanaman jagung yang disisipkan pada tanaman kedelai,
mengevaluasi pengaruh penambahan biomassa residu hasil panen kedelai terhadap
pertumbuhan dan produksi jagung, mengetahui varietas jagung yang lebih unggul
potensi produksinya dengan penanaman secara tanam sisip dengan kedelai, dan
untuk mendapatkan kombinasi sistem pola tanam, varietas jagung dan dosis
pemupukan N (Urea) yang berproduksi tinggi. Penelitian dilakukan di Kebun
Percobaan Sawah Baru, IPB pada bulan Januari sampai dengan Juni 2022 dengan
menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak 3 faktor dengan 3 ulangan.
Faktor pertama adalah pola tanam terdiri atas sistem tanam sisip jagung dan
kedelai, dengan pembenaman residu biomassa kedelai pada jagung, dan pola
tanam monokultur jagung. Faktor kedua adalah varietas jagung terdiri dari
varietas Pioneer 27 dan Sukmaraga, sedangkan faktor ketiga adalah dosis pupuk N
(Urea) pada pemupukan ke-2 tanaman jagung terdiri atas 4 taraf: 0, 50, 100 dan
150 kg ha-1
. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pola tanam sisip dapat
meningkatkan produktivitas lahan dengan indikator nilai NKL tertinggi 2,18. Pola
tanam sisip dengan pemanfaatan biomassa residu hasil panen kedelai
meningkatkan efisiensi pupuk N (Urea) pada tanaman jagung dengan nilai
Fertilizer N Equivalent Ratio (FNER) sama dengan nilai NKL dan dapat
meningkatkan hasil produksi tongkol basah jagung sebesar 7,24%. Varietas
jagung Pioneer 27 menghasilkan produksi tongkol basah nyata lebih tinggi yaitu
7,2 ton dibandingkan varietas Sukmaraga dan dosis total pupuk N (Urea) sebesar
300 kg ha-1 menghasilkan produksi tongkol basah tertinggi yaitu 7,50 ton ha-1
yang tidak berbeda nyata dengan dosis pupuk N (Urea) 250 kg ha-1
yaitu 6,5 ton
ha-1
Collections
- MT - Agriculture [3999]
