Model Matematika Penyebaran Penyakit Covid-19 dengan Vaksinasi
Abstract
Penyakit covid-19 merupakan infeksi virus corona yang menyerang sistem
pernapasan. Virus ini dapat menyebar dengan cepat dengan gejala yang berbeda beda. Salah satu upaya untuk menekan penyebaran penyakit ini dilakukan dengan
pemberian vaksinasi. Model matematika dikonstruksi untuk meninjau pola
penyebaran penyakit ini dan hasilnya dapat dijadikan pertimbangan dalam
menanggulangi penyakit covid-19.
Penelitian ini dilakukan untuk memodifikasi model penyebaran penyakit
covid-19 dengan mengacu pada model Ivorra (2020) dan model Mubashara (2022).
Model matematika dari pola penyebaran covid-19 akan dimodifikasi dengan
melihat adanya pengaruh vaksinasi serta membagi subpopulasi terinfeksi menjadi
tiga, yaitu terinfeksi teridentifikasi (dirawat di rumah sakit), terinfeksi tidak
teridentifikasi, dan terinfeksi teridentifikasi (isolasi mandiri) lalu ditentukan titik
tetap dari model modifikasi serta bilangan reproduksi dasar ℛ0. Dinamika sistem
kemudian dipastikan menggunakan analisis sensitivitas dan simulasi numerik.
Setelah itu dilakukan analisis sensitivitas untuk mengetahui besarnya pengaruh
parameter terhadap nilai ℛ0 .
Hasil analisis model modifikasi, diperoleh titik tetap tanpa penyakit dan titik
tetap endemik. Ketika kondisi ℛ0 < 1 titik tetap tanpa penyakit akan stabil
asimtotik lokal, sedangkan pada kondisi ℛ0 > 1 titik tetap endemic bersifat stabil
asimtotik lokal. Simulasi numerik dinamika populasi yang dilakukan menunjukkan
hasil yang sesuai dengan hasil analisis kestabilan titik tersebut.
Parameter laju transmisi penyakit, laju kesembuhan subpopulasi terinfeksi
tidak teridentifikasi dan laju vaksinasi adalah parameter dengan nilai mutlak indeks
sensitivitas tertinggi menurut analisis sensitivitas. Kemudian dilakukan simulasi
numerik pada ketiganya. Berdasarkan hasil simulasi numerik, semakin tinggi laju
vaksinasi maka subpopulasi sembuh dan tervaksin akan meningkat, sedangkan
subpopulasi rentan, terkespos, terinfeksi (mendapatkan perawatan di rumah sakit),
dan terinfeksi tidak teridentifikasi semakin menurun.
