Pengembangan Perangkat Mikrofluida Benang Rajut, Nilon, dan Katun untuk Menilai Hematokrit Domba Bunting, Model Dehidrasi dan Septicemia
Date
2023-08Author
Suhari, Luciana Pegitasa
Ulum, Mokhamad Fakhrul
Afiff, Usamah
Metadata
Show full item recordAbstract
Mikrofluida merupakan media transpor cairan dalam skala mikro.
Perangkat mikrofluida berbasis benang memiliki prinsip kerja kapilaritas.
Perangkat mikrofluida berbasis benang telah banyak diterapkan dalam
teknologi biomedis untuk membantu perkembangan alat diagnosis. Perangkat
mikrofluida berbasis benang rajut, nilon, dan katun dikembangkan untuk
menilai hematokrit domba betina bunting. Sampel darah dikoleksi dari
masing-masing kelompok domba yaitu jantan (n=3), betina tidak bunting
(n=3), betina bunting (n=3). Sampel darah yang telah dikoleksi diberikan tiga
perlakuan yaitu peningkatan konsentrasi (model dehidrasi), tanpa perlakuan
(model normal), dan pengenceran (model septicemia). Hasil penelitian
menunjukkan kondisi dehidrasi memiliki nilai hematokrit yang tinggi dan
kondisi septicemia memiliki nilai hematokrit yang rendah. Nilai hematokrit
dapat dibaca setelah darah merembes pada benang hingga 2 menit. Nilai
hematokrit dengan standar laboratorium memiliki hubungan yang berbanding
terbalik dengan panjang rembesan darah pada perangkat mikrofluida. Nilai
R
2
menunjukkan kesesuaian hasil hematokrit pada perangkat mikrofluida
dengan standar laboratorium yaitu pada benang rajut 0,945, nilon 0,757, dan
katun 0,951. Sampel darah yang akan digunakan untuk mendapatkan nilai
hematokrit sebaiknya tidak lebih dari 48 jam setelah pengambilan.
