| dc.description.abstract | Peternakan sapi potong di Kabupaten Barru rentan terhadap berbagai
penyakit, termasuk penyakit skabies. Penelitian ini bertujuan menganalisis data
distribusi kejadian penyakit secara temporal dengan mengukur kecepatan
penyebaran, dan secara spasial dengan memetakan wilayah berisiko skabies
selama tiga tahun terakhir. Data dalam penelitian ini menggunakan rekapan dari
Dinas Peternakan dan wawancara mendalam menggunakan kuesioner terstruktur.
Penelitian ini mengunakan metode deskriptif dengan mengukur incidence rate dan
menggambarkan peta risiko menggunakan geographic information system (GIS).
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan incidence rate, kecepatan
rata-rata penyebaran skabies pada sapi potong di Kabupaten Barru sebesar 13
kasus per 10000 ekor—tahun. Nilai incidence rate tersebut selalu meningkat setiap
tahunnya. Kejadian penyakit paling tinggi terjadi di kecamatan Mallusetasi
dengan incidence rate sebesar 35 kasus per 10000 ekor—tahun. Terdapat 2
wilayah yang tergolong ke dalam risiko tinggi, yaitu Kecamatan Mallusetasi dan
Kecamatan Tanete Riaja. Tindakan pengendalian yang telah dilakukan belum
berhasil dalam mengurangi kecepatan penyebaran penyakit. | id |