| dc.description.abstract | Aspek-aspek fisiologi dari pengaruh Diazepam atau Xylazine terhadap penggunaan
Pentobarbital Sodium dosis siap bedah pada anjing betina dalam keadaan simulasi
perdarahan terkendali diamati dalam percobaan ini.
Lima belas ekor anjing lokal Indonesia dibagi dalam lima kelompok percobaan.
Kelompok PS hanya diinduksi Pentobarbital Sodium dosis siap bedah, dan masing-masing
kelompok DI, D2, XI dan X2 diinduksi Diazepam 0.4 mg/kg BB, Diazepam 0.6 mg/kg
BB, Xylazine 1.0 mg/kg BB dan Xylazine 2.0 mg/kg BB sebelum diinduksi Pentobarbital
Sodium dosis siap Bedah. Sebelum dan selama percobaan berlangsung dilakukan
pemeriksaan peubah-peubah fisiologis, frekuensi respirasi, frekuensi jantung, EKG
sadapan II, hematologi, kadar gas dalam darah dan suhu tubuh.
Diazepam atau Xylazine dapat mengantisipasi penurunan frekuensi respirasi, frekuensi
jantung dan suhu tubuh yang diakibatkan oleh Pentobarbital Sodium, meskipun
Diazepam atau Xylazine masing-masing mempengaruhi peubah-peubah fisiologi tersebut.
Meskipun demikian Diazepam 0.4 mg/kg BB dalam percobaan ini tidak memberikan hasil
yang baik sebagai preanestetikum. Diazepam dan Xylazine sebagai pre anestetikum
tidak mempengaruhi kemampuan jantung untuk berkontraksi, walaupun memperlambat
kontraksi jantung.
Diazepam atau Xylazine juga menurunkan dosis siap bedah Pentobarbital Sodium
yang dipergunakan. | id |