Show simple item record

dc.contributor.advisorMugnisyah, Wahyu Qamara
dc.contributor.advisorWiroatmodjo, Joedojono
dc.contributor.advisorSoedarsono
dc.contributor.authorSulaiman, Firdaus
dc.date.accessioned2023-07-26T13:29:31Z
dc.date.available2023-07-26T13:29:31Z
dc.date.issued1994
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/122672
dc.description.abstractPenelitian ini bertujuan untuk mempelajari kemunduran mutu benih di lapang dan mengetahui fase kritis tanaman kedelai terhadap kemunduran mutu benih sebagai akibat adanya curah hujan yang berlebihan selama fase reproduk­tif. Penelitian telah dilaksanakan dalam rumah plastik di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian UNSRI, terdiri atas 12 perlakuan, dan 3 ulangan. Keduabelas perlakuan tersebut adalah A, tidak diberi simulasi (kontrol); B, diberi simulasi dari 1 sampai 10 Hari Setelah Berbunga (HSB); C, diberi simulasi dari 11 sampai 20 HSB; D, diberi simulasi dari 21 sampai 30 HSB; E, diberi simulasi dari 31 sampai 40 HSB; F, diberi simulasi dari 41 sampai 50 HSB; G, diberi simulasi dari 51 sampai 60 HSB; H, diberi simulasi dari 41 sampai 60 HSB; I, diberi simulasi dari 31 sampai 60 HSB; J, diberi simulasi dari 21 sampai 60 HSB; K, diberi simulasi dari 11 sampai 60 HSB; dan L, diberi simulasi dari 1 sampai 60 HSB. Rancangan Acak Lengkap yang mencakup 36 plot percobaan, masing-masing plot beru­kuran 1,5 m x 1,5 m, digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian rnenunjukkan bahwa simulasi curah hujan yang diberikan berturut-turut pada periode pembu­ngaan (perlakuan B), pembentukan polong (perlakuan C), pengisian polong (perlakuan D), pemasakan benih (perlakuan Edan F), dan pematangan benih (perlakuan G), masing­masing menurunkan hasil sebesar 18,55 persen, 16,25 persen 12,28 persen, 8,08 persen, dan 4,86 persen. Sementara mutu fisiologis benih dapat diturunkan oleh simulasi curah hujan pada kelima periode itu, berturut-turut o,oo persen, 2,08 persen, 3,12 persen, 4,16 persen, dan 4,16 persen. Dengan demikian simulasi curah hujan pada periode pembu­ngaan dan pembentukan polong tidak menurunkan mutu benih, tetapi menurunkan hasil benih. Adapun simulasi curah hujan pada periode pengisian polong, pemasakan, dan pema­tangan tidak menurunkan hasil, tetapi menurunkan mutu be­nih. Lama pemberian simulasi berkorelasi positif dengan besarnya penurunan mutu dan hasil. Makin lama simulasi curah hujan diberikan, mulai perlakuan G, H, I, J, K, hingga L, makin besar penurunan baik hasil maupun mutu. ...id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)id
dc.subject.ddcField cropsid
dc.subject.ddcSoyabeanid
dc.titleStudi kemunduran mutu benih kedelai akibat deraan curah hujan secara simulasi pada fase reproduktifid
dc.typeThesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record