Show simple item record

dc.contributor.advisorMuntasib, Endang Koestati Sri Harini
dc.contributor.advisorHaryoso, Anggit
dc.contributor.authorIhwanudin, Adittia Nur
dc.date.accessioned2023-07-25T13:30:33Z
dc.date.available2023-07-25T13:30:33Z
dc.date.issued2023-07-25
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/122602
dc.description.abstractTaman Nasional Gunung Rinjani memiliki enam jalur pendakian dua diantaranya yaitu jalur Sembalun dan Senaru yang banyak diminati wisatawan. Keberlanjutan suatu destinasi wisata ditentukan dari pengelolaan yang tepat guna memberi kenyamanan dan keamanan bagi wisatawan juga menjaga lingkungan tetap lestari. Salah satu yang mengancam keberlanjutan wisata adalah overtourism. Oleh karena itu, perlu adanya pengelolaan jumlah pengunjung dengan menghitung daya dukung wisata yang tersedia. Pengolahan data menggunakan metode perhitungan daya dukung menurut Cifuentes yang telah di modifikasi dan disesuaikan dengan faktor koreksi untuk wisata pendakian. Hasil penelitian menujukan nilai daya dukung rill jalur Sembalun (Bawak Nao-Pelawangan Sembalun) 262 orang/hari, jalur Senaru 247 orang/hari, dan jalur puncak yaitu sebesar 75 orang/hari. nilai daya dukung jalur Sembalun dan Senaru lebih besar dibandingkan dengan tingkat kunjungan, artinya kegiatan wisata pendakian pada jalur Sembalun dan Senaru tidak terjadi overtoursim.id
dc.description.abstractMount Rinjani National Park has six hiking trails, two of which are Sembalun and Senaru trails which are in great demand by tourists. The sustainability of a tourist destination is determined by proper management to provide comfort and safety for tourists and maintain a sustainable environment. One of the factors that threatens the sustainability of tourism is overtourism. Therefore, it is necessary to manage the number of visitors by calculating the available carrying capacity of tourism. Data processing uses the method of calculating the carrying capacity according to Cifuentes which has been modified and adjusted to the correction factor for hiking tourism. The results showed that the real carrying capacity value of the Sembalun route (Bawak Nao-Pelawangan Sembalun) was 262 people/day, the Senaru route was 247 people/day, and the peak route was 75 people/day. The carrying capacity value of the Sembalun and Senaru routes is greater than the level of visitation, meaning that hiking tourism activities on the Sembalun and Senaru routes do not occur overtoursim.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleDaya Dukung Wisata Jalur Pendakian Sembalun-Senaru Taman Nasional Gunung Rinjaniid
dc.title.alternativeCarrying Capacity of Sembalun-Senaru hiking Trail Mount Rinjani National Parkid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordovertourismid
dc.subject.keywordpendakianid
dc.subject.keywordwisataid
dc.subject.keywordhikingid
dc.subject.keywordovertourismid
dc.subject.keywordtourismid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record