Sifat pulp kayu aspen (populus tremuloides ) dan kayu sengon (paraserianthes falcataria) dari proses asam asetat suhu rendah
View/ Open
Date
1994Author
Wistara, Nyoman J
Syafii, Wasrin
Achmadi, Suminar S.
Ibnusantosa, Gato
Metadata
Show full item recordAbstract
Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari sifat pulp kayu aspen dan sengon dari proses asam asetat subu rendah, serta untuk mencoba mencari suatu sistem pelarut yang mampu menghasilkan pulp dengan rnutu tiuggi, aman bagi lingkungan dan bernat energi.
Percobaan pemasakan dilakukan di dalam sebuah refluks bertekanan atmosfir dengan kondisi pemasakan sebagai berikut: konsentrasi asam asetat 95%, subu 112 °c, nisbah pelarut/kayu sebesar 10/1, konsentrasi katalis asam p-toluenansulfonat berselang dari 2-4%, pada penggunaan asam nitrat sebagai katalis digunakan konsentrasi 15-30% berdasarkan volume larutan pemasak, dan waktu reaksi berselang dari 0,5-3 jam Ukuran serpih kayu aspen (Populus tremuloides) yang dipakai adalah 22,09 mm x 21,25 mm x 3,91 mm dan untuk kayu sengon (Paraserianthesfalcataria) berukuran 17,45 mm x 26,32 mm x 2,60 mm.
Sifat pulp yang diuji meliputi rendemen, bilangan kappa, dan sifat kekuatan (indeks tarik, indeks sobek, indeks retak, kekuatan lipat, panjang putus, dan regangan). Pengujian dilaln1kan berdasarkan standar Tappi T 236 OM-88 dan T 220 OM-88 masing-masing untuk menguji bilangan kappa dan sifat kekuatan pulp.
Bobot molekul lignin yang diisolasi dari lindi hitam ditentukan meiaiui Gel Permeation Chromatography dengan kolom Sephadex LH-20. Satu (!) miligram lignin terisolasi dilarutkan dalam I ml DMF, dimana setiap fraksi -berukuran I ml. Fraksi lignin dideteksi dengan Spektronik-UV pada panjang gelombang 275 µm. Kurva standar penentuan bobot molekul dibuat dengan senyawaan standar polistirena berbobot molelnil 2100, 4000, dan 9000. ...
Collections
- MT - Forestry [1511]
