| dc.description.abstract | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan Glomus sp. dan bahan organik terhadap adanya serangan P. solanacearum pada tanaman tomat. Ba han organik y a n g digunakan adalah kotoran sapi. Pemberian inokul um fungi mikoriza, Glomus sp. dilakukan saat penyemaian, pembibitan dan penanaman tomat dalam polibag. Inokulasi bakteri layu dilakukan 12 hari setelah tanaman tomat ditanam dalam polibag, yaitu pada saat akarnya telah membentuk mikoriza. Pemberian kotoran sapi pada media tumbuh dilakukan mulai saat pembibitan.
Penelitian dilaksanakan di rumah kaca.
satu dan dua minggu setelah inokulasi bakteri kematian
tanaman terbanyak terjadi pada tanaman tomat yang ditanam
pada media yang mengandung kotoran sapi. Tiga minggu setelah
inokulasi bakteri per tambahan jumlah tanaman yang
menjadi layu berkurang, bahkan tidak terjadi penambahan
jumlah tanaman layu pada semua tanaman tomat yang diberi
fungi mikoriza. Hal ini diperlihatkan oleh besarnya persentase
tanaman yang tetap hidup. Pemberian kotoran sapi
dan fungi mikoriza hanya berpengaruh terhadap tanaman tomat
yang diinokulasi bakteri layu. Jumlah kotoran sapi yang
ditambahkan ke dalam media tumbuh menyebabkan pertumbuhan
tanaman tomat bagus, tetapi juga menyebabkan persentase
tanaman hidup rendah dan populasi bakteri di dalam rizosfer
tinggi. Adanya mikoriza pada tanaman tomat dapat menekan
pertumbuhan populasi bakteri di rizosfer di samping membantu
meningkatkan pertumbuhan tanaman tomat dan penyerapan
unsur Zn. Bakteri yang diinokulasikan ke tanaman tomat
selain menyebabkan tanaman layu juga dapat menekan pertumbuhan
tanaman. Pengamatan kepekatan unsur cu dan Zn dalam
jaringan tanaman menandakan bahwa unsur Zn diduga dapat
meningkatkan ketahanan tanaman tomat terhadap serangan P.
solanacearum. | id |