| dc.description.abstract | Peningkatan konsumsi untuk sayuran terus meningkat namun sebaliknya
terjadi penurunan luas lahan pertanian yang berkualitas di beberapa kota, salah
satunya di Kota Pekanbaru. Solusi yang tepat untuk meningkatkan produksi sayur-
sayuran segar diperlukan Teknik yang memanfaatkan lahan yang ada (sempit)
untuk menjadi lahan pertanian di perkotaan yang dikenal dengan urban
agriculture (UA). UA menerapkan sistem budidaya pertanian hidroponik sebagai
media untuk mencukupi sayuran segar dan sehat tanpa menggunakan pestisida
kimia, dan tentunya tidak merusak lingkungan sekitar, serta meminimalisir biaya
transportasi menuju pasar. Usahatani sayuran hidroponik adalah sebuah peluang
dan kekuatan petani untuk menjadi usahatani sayuran hidroponik yang
berkelanjutan.
Konsep pembangunan keberlanjutan (sustainable development) cocok
untuk menerapkan usahatani sayuran baik dari sisi kualitas, sehat untuk
dikonsumsi, dan tentunya layak secara ekonomi maka diperlukan penerapan.
Selain itu, tidak hanya menguntungkan pihak petani tetapi juga berpotensi untuk
meningkatkan produksi sayuran lokal dan membuka lapangan usaha baru bagi
pelaku usahatani dengan menerapkan sistem hidroponik namun beberapa petani
sayuran hidroponik akhirnya berhenti menjadi petani sayuran hidroponik karena
dalam pelaksanaanya terkendala beberapa masalah terkait ekologi, ekonomi,
sosial, teknologi dan kelembagaan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis
menganalisis tingkat keberlanjutan usahatani sayuran menggunakan sistem
hidroponik di Kota Pekanbaru dan strategi petani untuk meningkatkan usahatani
sayuran hidroponik yang berkelanjutan di Kota Pekanbaru.
Indeks keberlanjutan menggunakan Teknik Rap-Farm dengan metode
Multidimensional Scaling (MDS), Analisis Leverage, dan Analisis Monter Carlo.
Untuk menganalisis kelayakan ekonomi pada dimensi ekonomi dengan
menggunakan Internal Rate of Return (IRR), Net Present Value (NPV), dan
Equivalent Annual of Value (EAV), serta untuk mendukung meningkatkan
usahatani sayuran hidroponik dibutuhkan strategi yang berkelanjutan di Kota
Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan sampel jenuh sebanyak 30 responden
petani sayuran hidroponik di Kota Pekanbaru.
Hasil dari penelitian ini di Kota Pekanbaru untuk usahatani sayuran
menggunakan sistem hidroponik dengan menggunakan greenhouse dikatakan
layak secara ekonomi dan usahatani tersebut dapat berkelanjutan dengan jangka
panjang. Berdasarkan analisis bahwasanya usahatani sayuran hidroponik cukup
berkelanjutan. Analisis dari lima dimensi (ekonomi, ekologi, sosial, kelembagaan,
dan teknologi) menunjukkan bahwa hasil keberlanjutan yang paling tertinggi yaitu
kelembagaan dengan kategori sangat berkelanjutan dengan nilai sebesar 75,78.
Maka, beberapa atribut dimensi yang diambil dari dimensi nilai tertinggi
(kelembagaan) dan dimensi yang memiliki nilai terendah (sosial) menjadi
prioritas. Kemudian, kedua dimensi tersebut dikombinasikan untuk memperbaiki
tingkat keberlanjutan yaitu ilmu pengetahuan tentang budidaya sayuran
menggunakan sistem hidropnik masih terbatas sehingga dibutuhkan pelatihan
untuk meningkatkan skill petani. Selain itu, untuk petani meningkatkan usahatani
sayuran hidroponik diperlukan strategi dengan memilih benih yang bersertifikat
karena akan mempengaruhi keberlanjutan dan keberhasilan dari sebuah usahatani. | id |