Show simple item record

dc.contributor.advisorWiradisastra, Uup Sjafei
dc.contributor.advisorHaridjaja, Oteng
dc.contributor.advisorYahya, Sudirman
dc.contributor.authorTarudi, M.
dc.date.accessioned2023-07-13T07:16:37Z
dc.date.available2023-07-13T07:16:37Z
dc.date.issued1991
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/121773
dc.description.abstractHasil penilaian kelaa keaesuaian lahan, baik untuk padi sawah, kedelai, jagung, kacang tanah maupun sorgum dari SLH satu hingga 20, keaesuaian lahan aktualnya adalah sesuai marginal (S3). Faktor pembatas utama untuk padi adalah ren­dahnya ketersediaan unaur hara tanah N dan P205, sedangkan untuk kedelai, jagung, kacang tanah dan sorgum selain ren­dahnya ketersediaan unsur hara tanah, ada faktor pembatas drainase tanah yang agak buruk serta kondisi tekstur tanah terutama yang didominasi liat. Defiait air untuk padi sawah dan palawijanya berlang­sung selama 11 hingga 16 dekade setahun. Jumlahnya antara 132 - 321 mm, yai tu dari dekade pertama, bulan Juli hingga de­kade pertama bulan Nopember. Sedangkan surplus airnya ber­langsung selama 9 - 21 dekade setahun, aebanyak 323 - 840 milimeter, yaitu dekade ketiga bulan Nopember hingga dekade ketiga bulan Juni. Kebutuhan air irigasi tanaman padi sawah di musim hujan selama satu musim tanam lebih rendah dibandingkan dengan kebutuhan air irigasi di musim· kemarau, yaitu 7.433 mm3ha-i, sedangkan di musim kemarau 7 645 m3ha-i. Kebutuhan air irigasi komoditi palawija berturut-turut dari yang paling banyak: kacang tanah (3 672 m0ha-1), sorgum (3 361 m0ha-1), kedelai (3.012 m0ha-1) dan yang paling rendah adalah jagung (2 990 m3ha-1).id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)id
dc.subject.ddcCropping systemid
dc.subject.ddcCrop relationid
dc.titleEvaluasi kesesuaian lahan dan penataan pola pergiliran tanaman daerah irigasi bendungan Batujai, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Baratid
dc.typeThesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record