View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Agriculture
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Agriculture
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Efisiensi Lahan dan Waktu Tanam Sisip Jagung pada Beberapa Varietas Kedelai dengan Budidaya Jenuh Air di Lahan Pasang Surut

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (16.18Mb)
      Cover (474.1Kb)
      Lampiran (382.3Kb)
      Date
      2023-07-11
      Author
      Sahuri, Sahuri
      Ghulamahdi, Munif
      Suwarto
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Penanaman jagung dan kedelai di lahan pasang surut (LPS) lebih dari 75% dilakukan secara monokultur. Pola tanam sisip (PTS) jagung dan kedelai merupakan pilihan strategis untuk menambah luas tanam dan produktivitas kedua komoditas tersebut secara berkelanjutan di LPS. Pola tanam sisip adalah metode tanam ganda dengan pengaturan waktu tanam dan panen, tanaman kedua ditanam setelah tanaman pertama mencapai tahap reproduksi sebelum siap untuk dipanen. Hasil penambatan nitrogen dari udara bebas dengan bantuan bakteri Rhizobium japonicum oleh kedelai dapat memenuhi sebagian nitrogen jagung. Pola tanam sisip jagung dan kedelai di LPS dapat dilakukan dengan budidaya jenuh air (BJA) yaitu sistem penanaman dengan memberikan irigasi terus-menerus dan membuat tinggi muka air tetap, sehingga lapisan di bawah perakaran jenuh air. Sistem ini memberikan solusi dalam pengelolaan air di LPS karena dapat menghilangkan pengaruh negatif dari kelebihan air pada pertumbuhan jagung dan kedelai. Penelitian ini bertujuan mengetahui nisbah kesetaraan lahan (NKL), jarak tanam dan varietas kedelai yang sesuai serta waktu tanam sisip jagung yang sesuai untuk PTS pada BJA di LPS. Penelitian ini dilakukan di tanah mineral tipe luapan B LPS Banyuasin, Sumatera Selatan pada bulan Juli sampai Desember 2022. Percobaan menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak tiga faktor tiga ulangan. Faktor pertama adalah varietas kedelai yaitu: Argomulyo, Gepak Kuning, Detap 1 dan Demas 1. Faktor kedua adalah jarak tanam kedelai yaitu: 78 cm x 15 cm x 12,5 cm dan 60 cm x 40 cm x 10 cm. Faktor ketiga adalah waktu tanam sisip jagung yaitu: 30 dan 45 hari setelah tanam (HST) kedelai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tanaman kedelai secara keseluruhan tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang, luas daun, luas daun spesifik, bobot kering tanaman (daun, batang, akar dan bintil), kandungan kolorofil daun, kandungan hara (N, P dan K) daun, serapan hara (N, P dan K) daun, indeks hara nitrogen (IHN) daun, umur 50% berbunga, umur panen, jumlah polong isi, bobot 100 biji dan hasil biji nyata tidak dipengaruhi oleh perlakuan jarak tanam, namun nyata dipengaruhi oleh perlakuan varietas kedelai. Varietas kedelai yang berproduksi tinggi adalah Demas 1 dengan hasil biji pada PTS dan monokultur masing-masing 4,18 ton ha-1 dan 4,06 ton ha-1. Pada tanaman jagung secara keseluruhan tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, bobot kering tanaman (daun, batang dan akar), kandungan kolorofil daun, kandungan hara (N, P dan K) daun, serapan hara (N, P dan K) daun, indeks hara nitrogen (IHN) daun, bobot 100 biji dan hasil biji nyata tertinggi yang ditanam sisip pada perlakuan jarak tanam kedelai 78 cm x 15 cm x 12,5 cm, varietas kedelai (Argomulyo dan Detap 1) dan waktu tanam sisip 30 HST kedelai. Nisbah kesetaraan lahan (NKL) nyata tertinggi pada perlakuan waktu tanam sisip jagung 30 HST dengan varietas kedelai Argomulyo dan Detap 1 masing-masing 1,81 (rata-rata hasil biji jagung 5,71 ton ha-1 dan hasil biji kedelai 2,23 ton ha-1) dan 1,80 (rata-rata hasil biji jagung 5,59 ton ha-1 dan hasil biji kedelai 2,24 ton ha-1) dibandingkan perlakuan lainnya. Nilai NKL nyata dipengaruhi oleh interaksi waktu tanam sisip, jarak tanam kedelai dan varietas kedelai. Nilai NKL nyata tertinggi pada interaksi waktu tanam sisip jagung 30 HST, jarak tanam kedelai 78 cm x 15 cm x 12,5 cm dan varietas kedelai Argomulyo dan Detap 1 masing-masing adalah 1,88 (rata-rata hasil biji jagung 6,16 tonha-1 dan hasil biji kedelai 2,27 ton ha-1) dan 1,89 (rata-rata hasil biji jagung 6,11 ton ha-1 dan hasil biji kedelai 2,28 ton ha-1). Nilai NKL lebih dari satu mengindikasikan bahwa PTS jagung dan kedelai dapat meningkatkan produktivitas lahan dibandingkan monokultur. Hal ini menunjukkan bahwa PTS jagung dan kedelai dapat menyeimbangkan produksi jagung dan kedelai secara berkelanjutan di LPS dengan BJA. Pola ini merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan penggunaan lahan pada daerah yang memiliki sumber daya lahan yang terbatas.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/121760
      Collections
      • MT - Agriculture [4000]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository