| dc.description.abstract | Tujuan penelitian ialah untuk mengungkapkan potensi genetik padi gogo yang toleran terhadap tanah masam atau 3+ 2+ keracunan ion Alt dan atau ion Mn dari sejumlah besar landras yang tersedia. Landras yang diuji sebanyak 65, berasal dari pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Bali. Tipe tanah di daerah-daerah tersebut dominan pod- solik merah kuning. Kultivar BPI-76 NS dipakai sebagai tanaman kontrol, dalam dua kali penyaringan. Tanah pod- solik merah kuning, berasal dari Jasinga sebagai media percobaan, dilakukan pada bak kayu ukuran 90 x 50 x 15 cm, berisi 50 kg tanah kering udara, di dalam kamar kaca.
Pelaksanaan percobaan dalam tiga tahap, percobaan pertama bertujuan mencari metoda yang tepat dan cepat, percobaan kedua dan ketiga untuk mendapatkan beberapa landras yang toleran dan yang peka. Percobaan pertama menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT), tersarang. Faktor pH pada petak utama (bak) dan faktor kultivar pada anak petak. Ulangan dua kali. Perlakuan pн20 terdiri atas delapan tingkat yaitu: pHH204.20 (tanpa perlakuan); dan 2. pH 204.21; 3. рHH204.22; 4. PHн204.25 dan 5. 204.31 (perlakuan asam asetat disangga), dan 6. PHH205.29; kapur murni). C22 dan Gata. 7. PHH206.67 serta 8. pH207.13 (perlakuan Tiga kultivar yang diuji, yaitu BPI-76 NS, Percobaan pertama menggunakan 16 bak. Pada percobaan pertama diperoleh petunjuk bahwa pada nilai pHH20 tanah 4.21, memberikan bobot bagian atas, dan bobot akar yang paling kecil (lingkungan sub-optimal). Kultivar BPI-76 NS memperlihatkan perilaku dapat dipakai
sebagai tanaman kontrol bagi percobaan kedua dan ketiga. Percobaan kedua dan ketiga menggunakan media tanah yang sama dengan percobaan pertama, dengan menggunakan satu macam pн20 yaitu podsolik merah kuning Jasinga tanpa perlakuan. Rancangan percobaan ialah Rancangan Acak Lengkap (RAL) tersarang. Masing-masing menggunakan 24 bak setiap bak ditanami dengan enam jenis landras, yang terdiri dari enam barisan tanaman yang diacak untuk se- luruh percobaan. | id |