Pengamatan perubahan sitologik hapusan vagina kerbau lumpur (Bubalus bubalis) pada siklus berahi
| dc.contributor.advisor | Partodihardjo, Soebadi; | |
| dc.contributor.advisor | Sastrohadinoto, Soenarjo; | |
| dc.contributor.advisor | Manggung, R. Ipin; | |
| dc.contributor.author | Zen, Zuhelmi | |
| dc.date.accessioned | 2023-07-10T14:10:11Z | |
| dc.date.available | 2023-07-10T14:10:11Z | |
| dc.date.issued | 1983 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/121331 | |
| dc.description.abstract | Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan sitologik hapusan vagina kerbau lumpur (Bubalus bubalis) pada siklus berahi. Dalam penelitian ini digunakan empat ekor kerbau lumpur betina berumur antara 4 - 5 tahun. Di lapangan penentuan saat berahi dilaksanakan melalui pengamatan tanda-tanda klinis berahi berupa perubahan bentuk vulva, warna mukosa vulva dan vagina, keluarnya lendir berahi, dan perubahan tingkahlaku. Selama periode-periode siklus berahi diambil hapusan vagina kira-kira 5 cm dari ujung vulva setiap hari jam 7.⁰⁰ WIB, hapusan diwarnai dengan May Grunwald Giemsa. Di laboratorium, menggunakan mikroskop dengan perbesaran 10 x 45 dan alat pengukur eye-piece micrometer dilakukan pengamatan : (1) Jumlah sel epitel, leukosit dan eritrosit. Contoh dihitung pads 10 pandangan/preparat. (2) Bentuk sel epitel dan perubahan inti sel. (3) Dengan memakai eye-piece micro meter diukur panjang dan lebar sel-sel epitel. (4) Pemotretan contoh-contoh preparat yang mewakili setiap fase siklus berahi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu mendeteksi dan menentukan gejala-gejala berahi kerbau lumpur. | id |
| dc.language.iso | id | id |
| dc.title | Pengamatan perubahan sitologik hapusan vagina kerbau lumpur (Bubalus bubalis) pada siklus berahi | id |
| dc.type | Thesis | id |
| dc.subject.keyword | Swamp buffaloes; | id |
| dc.subject.keyword | Cytology; | id |
| dc.subject.keyword | Oestrous cycle; | id |
Files in this item
This item appears in the following Collection(s)
-
MT - Veterinary Science [977]

