Peningkatan Daya Tahan Kambing terhadap Racun Sianida

Date
1987Author
Bahri, Sjamsul
Sukra, Yuhara
Widjajakusuma, Reviany
Barizi
H.H. Sitompul
Metadata
Show full item recordAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari detoksi fikasi sianida menjadi tiosianat dan peningkatan daya tahan kambing terhadap racun sianida serta efek kronik sianida pada tiroid, hati dan ginjal kambing.
Pola perubahan sianida menjadi tiosianat dalam darah kambing dipelajari dengan memberikan cekokan sianida ke dalam rumen melalui fistula, selanjutnya kadar sianida dan tiosianat darah yang terbentuk ditentukan.
Ketahanan kambing terhadap sianida yang ingin dipela-jari di sini adalah kemampuannya dalam mendetoksifikasi sianida menjadi tiosianat, karena lebih dari 90 persen sianida akan diĉetoksifikasi menjadi tiosianat. Dalam hal ini kambing percobaan akan diuji kemampuannya mendetoksifikasi sianida sebelum dan sesudah diberi daun ubi kayu dan sianida selama 8 dan 16 minggu.
Kadar tiosianat dan sianida yang muncul dalam darah selama percobaan (pemberian perlakuan) ditentukan untuk mengetahui apakah kadar tiosianat ini cukup tinggi sehingga dapat mengganggu fungsi kelenjar tiroid.
Efek kroniknya pada kelenjar tiroid kambing dipelajari dengan memperhatikan keadaan makroskopik dan mikroskopik dari kelenjar tiroid tersebut. Fungsi kelenjar tiroidnya dinilai dengan mengukur kadar hormon tiroksin dan triiodotironin. Sedangkan efek kroniknya pada organ hati dan ginjal dipelajari dengan memperhatikan keadaan makroskopik dan mikroskopiknya.
Detoksifikasi sianida menjadi tiosianat di dalam ru-men dipelajari secara in vitro. Demikian juga detoksifikasi sianida menjadi tiosianat oleh fraksi mikroorganisme rumen dan fraksi supernatan dari cairan rumen.
Penurunan kadar sianida dalam darah kambing (yang dicekok sianida) disertai dengan meningkatnva kadar tiosia-nat dalam plasma darahnya. Dalam hal ini 15 menit setelah pencekokan, kadar sianida darah adalah 42.9 4.9 umol/L, sedangkan kadar tiosianat plasma 44.3 + 5.9 sumol/L. Kadar sianida tersebut semakin menurun dan terendah mencapai 6.0 + 0.9 umol/L, sedangkan tiosianatnva semakin meningkat dan mencapai 107.6 + 12.1 mmol/L setelah 4 jam pencekokan. …
Collections
- DT - Veterinary Science [305]

