Show simple item record

dc.contributor.advisorSinukaban, Naik
dc.contributor.advisorArsyad, Sitanala
dc.contributor.advisorPawitan, Hidayat
dc.contributor.authorMangunwardoyo, Gunawan
dc.date.accessioned2023-07-10T07:00:10Z
dc.date.available2023-07-10T07:00:10Z
dc.date.issued1989
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/121269
dc.description.abstractPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh berbagai sistim usahatani/penggunaan tanah pada lahan kering terhadap erosi dan aliran permukaan. ping itu diamati besarnya pengaruh berbagai Disan- teknik konservasi tanah dalam menekan aliran permukaan dan erosi. Pelaksanaan penelitian dilakukan mulai bulan November 1988 sampai dengan Maret 1989 di Sub DAS Gobeh Wonogiri Jawa Tengah. teras bangku (P1), lahan kering yang ditanami dengan. teras bangku Pengukuran Erosi dan aliran permukaan dilakukan pada plot kecil berukuran 2 X 22 m dan 2 X 44 m dengan metoda multi shot divisor. Plot pengukuran erosi dibuat pada lahan kering yang ditanami dengan tanaman padi gogo tanaman perkebunan mete (4 th) dan tanaman ketela pohon + (P2), lahan kering yang ditanani dengan perkebunan melinjo (6 bln) dan tanaman kacang + tanaman tanah, ketela pohon + teras tradisional (P3), lahan kering. yang ditanami dengan tanaman perkebunan coklat (6 bln) dan tanaman pupuk hijau Clotalaria sp + teras tradisional (P4), lahan kering yang ditanami dengan tanaman padi gogo dan tanaman jagung + teras tradisional (P5), setiap perla- kuan diulang sebanyak 3 kali. Sebagai pembanding/kontrol dibuat satu buah plot erosi pada lahan kering tanpa man + teras tradisional (Pg). tana- Untuk melihat pengaruh perlakuan terhadap aliran permukaan dan erosi, digunakan rancangan perlakuan satu arah dalam acak lengkap dengan kali ulangan dan kesiringan sebagai faktor 3 lingkungan, data diolah dengan uji F dilanjutkan dengan uji LSD. Jumlah aliran permukaan pada masing-masing perlakuan menunjukkan bahwa, lahan kering yang ditanami padi gogo teras + bangku (P1) dan lahan kering yang ditanani melinjo (6 bln) dan ketela pohon, kacang tanah + teras tradisional P(3) relatif lebih kecil yaitu 1208.03 m3/ha dan m3/ha. dengan teras 1074.15 Hal ini akan berbeda nyata apabila dibandingkan lahan kering yang ditanami padi gogo dan jagung + tradisional P(5) dan lahan kering tanpa tanaman + teras tradisional P(o) yaitu 3054.23 m3/ha dan 3151.20 m3/ ha. pohon Lahan kering yang ditanami mete (4 th) dan ketela + teras bangku P(3) dan lahan kering yang ditanami coklat (6 bln) dan Crotalaria sp+ teras tradisional P(4) cukup kecil yaitu 2200.55 m3/ha dan 2157.33 m³/ha.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)id
dc.subject.ddcSoil scienceid
dc.subject.ddcErosionid
dc.titlePengaruh berbagai sistem usahatani lahan kering terhadap erosi dan aliran permukaan di Sub DAS Gobeh Wonogiriid
dc.typeThesisid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record