| dc.description.abstract | Penelitian bertujuan untuk mengetahui apakah
pemberian zeolit dengan perlakuan yang berbeda berpengaruh
terhadap konsentrasi amonia, urea dan
darah; jumlah eritrosit, hemoglobin dan
protein plasma
leukosit; dan
kandungan protein dan amonia feses babi.
Digunakan 27 ekor babi persilangan (18 ekor jantan
kastrasi dan 8 ekor betina) umur 12 minggu dengan
bobot badan awal 13.50 kg; 24 ekor menerima zeolit
rataan
dan 3
lainnya dipakai sebagai kontrol pembanding. Penelitian
berlangsung di Stasiun Penelitian Ternak Babi BPT Ciawi
di Cicadas Gunung Putri Bogor, selama dua bulan.
Penelitian menggunakan metode
acak lengkap pola faktorial 2 x 2 x 2
taraf (4.5 dan 9.0%), ukuran partikel
percobaan rancangan
dengan faktor-faktor
(kasar dan halus)
dan aktivasi (tanpa dan dengan pemanasan) zeolit alam.
Secara umum, nilai-nilai parameter yang diamati
berada pada kisaran normal; tidak ada penyimpangan yang
menyolok dibandingkan dengan nilai-nilai yang dikemukan
peneliti-peneliti lain. Dengan kata lain, pemberian zeolit
sampai taraf 9.0 % tidak menimbulkan efek negatif terhadap
parameter-parameter yang diamati.
Ukuran partikel zeolit berpengaruh sangat nyata
(P<.01) terhadap konsentrasi anonia plasna; pengaruh taraf
dan pemanasan tidak nyata (P>.05). Babi-babi yang menerima
zeolit partikel halus mempunyai amonia plasma lebih rendah
dibandingkan dengan yang menerima partikel kasar (0.9781
vs 1.2369 g/100 ml; berbeda 26.46%). Pengaruh interaksi
ketiga faktor nyata (P<.05) terhadap konsentrasi amonia
plasma. Babi-babi yang menerima zeolit secara konsisten
mempunyai amonia plasma lebih rendah dibandingkan dengan
yang tidak menerimanya (1.1075 vs 1.7622 mg/100 ml;
berbeda 37.15%). Pengaruh taraf, ukuran partikel dan
pemanasan zeolit maupun interaksi di antara ketiganya
tidak nyata (P>.05) terhadap urea plasna. Babi-babi yang
menerima zeolit partikel halus mempunyai urea plasma lebih
rendah dibandingkan dengan yang menerima
(27.9041 vs 30.5973 mg/100 ml; berbeda
partikel kasar
9.65%). Kelonpok
babi yang menerima zeolit mempunyai sedikit lebih rendah
urea plasma dibanding yang tidak menerimanya (29.2507 vs
30.4862 mg/100 ml; berbeda 4.22%). Pengaruh taraf, ukuran
partikel dan pemanasan zeolit maupun interaksi antara
ketiganya tidak nyata (P>.05) terhadap konsentrasi
protein plasma. Perbedaan konsentrasi protein plasma babibabi
yang menerima dan tidak menerima zeolit relatif kecil
(6.6957 vs 6.5108 mg/100 ml; berbeda hanya 2.76%).
Pengaruh taraf, ukuran partikel dan pemanasan
zeolit maupun interaksi antara ketiganya tidak nyata
(P>.05) terhadap jumlah eritrosit. Babi-babi yang menerima
zeolit mempunyai eritrosit lebih banyak dibandingkan yang
tidak menerimanya (6.1150 vs 5.6866 juta/mm 3 ; berbeda
7.01%). Pengaruh taraf, ukuran partikel dan pemanasan
zeolit maupun interaksi antara ketiganya tidak nyata
(P>.05) terhadap konsentrasi hemoglobin. Perbedaan antara
babi yang menerima dan tidak menerima zeolit relatif kecil
(hanya 1.65%). Pengaruh taraf, ukuran partikel dan
pemanasan zeolit tidak nyata (P>.05) terhadap jumlah
leukosit. Interaksi antara faktor taraf dan ukuran
partikel zeolit berpengaruh nyata (P<.05) terhadap jumlah
leukosit; pola interaksi lainnya tidak berpengaruh nyata.
Babi-babi yang menerima zeolit pada kombinasi taraf 4.5%
dan ukuran partikel halus mempunyai nilai leukosit paling
tinggi (15914 sel/mm 3 ) dan yang menerima taraf 9.0% dan
partikel halus mempunyai nilai paling rendah (143 58
sel/mm 3 ). Babi-babi yang menerima zeolit secara konsisten
mempunyai leukosit lebih sedikit dibandingkan dengan yang
tidak menerimanya (15.17 36 vs 16.8656 sel/mm3 ; berbeda
11.15%).
Baik secara sendiri-sendiri maupun secara interaksi,
ketiga faktor percobaan tidak berpengaruh nyata (P>.05)
terhadap kandungan protein dan amonia feses. Kandungan
protein feses babi yang menerima zeolit sedikit lebih
rendah dibandingkan dengan yang tidak menerimanya (7.288 3
vs 7.9217 g/100 g; berbeda 8.69%) sedangkan kandungan
amonia feses babi yang menerima zeolit sedikit lebih
tinggi dibandingkan dengan yang tidak menerimanya (72.7354
vs 70.1548 mg/100 g; berbeda 3 .55¾). | id |