Show simple item record

dc.contributor.advisorHartoyo, Sri
dc.contributor.advisorNovianti, Tanti
dc.contributor.authorWindiyarti, Nila
dc.date.accessioned2023-07-05T07:49:44Z
dc.date.available2023-07-05T07:49:44Z
dc.date.issued2019
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/120875
dc.description.abstractUndang-undang pangan menjamin ketersediaan pangan dan kecukupan pangan bagi tiap penduduk agar dapat tercipta manusia yang berkualitas. Beras merupakan salah satu jenis pangan pokok penduduk yang masih menjadi pokok perhatian pemerintah. Penduduk DKI Jakarta dengan rata-rata tingkat pendapatan yang paling tinggi secara nasional memiliki preferensi tertentu terhadap jenis beras yang dikonsumsi. Kelompok pendapatan yang semakin tinggi mengkonsumsi beras dengan rata-rata kuantitas semakin sedikit. Namun kelompok pendapatan yang semakin tinggi mengeluarkan uang lebih banyak untuk mengkonsumsi beras. Hal ini menunjukkan kualitas yang semakin baik yang dikonsumsi oleh kelompok pendapatan yang tinggi tercermin dari harga yang semakin mahal. Tujuan studi ini adalah (1) untuk menganalisis gambaran pola konsumsi beras DKI Jakarta; (2) untuk menganalisis respon perubahan kuantitas dan kualitas beras akibat perubahan harga dan pendapatan rumah tangga di Provinsi DKI Jakarta. Pola konsumsi dianalisis secara deksriptif sementara perubahan respon permintaan dianalisis dengan menggunakan analisis regresi linier berganda. yaitu data dari modul pengeluaran konsumsi dan kor rumah tangga hasil SUSENAS (Survei Sosial Ekonomi Nasional) untuk Provinsi DKI Jakarta periode Maret tahun 2017. Data tersebut merupakan cross section dengan sampling unit rumah tangga. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan model persamaan tunggal dengan bentuk semilog Hasil analisis menunjukkan bahwa rumah tangga pada kelompok pendapatan tinggi mengonsumsi beras dalam kuantitas yang lebih sedikit dibandingkan dengan rumah tangga pada kelompok pendapatan rendah. Namun, pengeluaran rumah tangga pada kelompok pendapatan tinggi untuk beras lebih besar jika dibandingkan dengan rumah tangga pada kelompok pendapatan rendah. Hal ini mengindikasikan adanya pemilihan kualitas beras yang lebih baik pada kelompok rumah tangga berpendapatan tinggi. Hasil analisis regresi dan nilai elastisitas menunjukan bahwa rumah tangga pada kelompok pendapatan yang semakin tinggi memiliki sensitivitas yang semakin rendah terhadap perubahan harga beras dan pendapatan. Hal ini ditunjukkan dari nilai elastisitas kualitas beras yang sangat rendah. Rekomendasi dari hasil penelitian ini adalah pemerintah harus lebih memperhatikan produksi beras, tidak hanya dari sisi kuantitas tetapi juga dari sisi kualitas. Beras yang berkualitas akan terwujud dengan memperhatikan kualitas benih, proses penanaman yang baik, proses perawatan hingga perawatan pasca panen. Beras yang berkualitas akan menciptakan masyarakat yang memiliki daya saing tinggi.id
dc.description.abstractFood legislation guarantees food availability and sufficiency for each resident in order to create quality human beings. Rice is one of the basic staple food that become the main concern of the government. The population of DKI Jakarta has the highest average income level nationally which have certain preferences for the type of rice consumed. The number of household members in high income group is getting smaller. This also affects the quantity of rice consumed. Income groups that are increasingly consuming rice with a smaller quantity on average. But, higher income groups spend more money on rice. This shows the better quality consumed by high income groups, it reflected by price which getting more expensive. The objectives of this study are: (1) to analyze the pattern of DKI Jakarta rice consumption (2) to analyze the change response in quantity and quality demand of rice due to changes in price and income at DKI Jakarta Province. Consumption pattern was analyzed descriptively thus change response demand analyzed by multiple regression analysis. Type of data used in this research is secondary data obtained from BPS (Central Bureau of Statistic), that is data from module consumption expenditure and kor household from SUSENAS result (Survei Sosial Ekonomi Nasional) for DKI Jakarta Province in 2017 March. This data was cross section with sampling household unit. The output data then analyze used single equation models with semilog form. The result shows that household high income group consumed small amounts of rice compared to households in the low income group. However, the expenditure household of rice in high income groups bigger than household in low income group. The regression result and the elasticity showed that higher income group have a lower sensitivity of price and income change. This phenomena was shown by the lower quality elasticity. The recommendation from this study was the government must pay attention more to rice production, not only by quantity but also its quality. Good quality rice would be realized by paying attention to seeds, planting processes, and postharvest care. Quality rice would create human who have high power.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcEconomicsid
dc.subject.ddcDemandid
dc.titleAnalisis permintaan kuantitas dan kualitas beras di DKI Jakartaid
dc.title.alternativeQuantity and Quality Demand Analysis of Rice Household in DKI Jakarta Provinceid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordquality elasticityid
dc.subject.keywordrice demandid
dc.subject.keywordsemilog modelid
dc.subject.keywordPerilaku Konsumenid
dc.subject.keywordTeori Engelid
dc.subject.keywordElastisitas Kuantitasid
dc.subject.keywordTeori Permintaanid
dc.subject.keywordKonsep Elastisitasid
dc.subject.keywordPola Konsumsi Berasid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record