Show simple item record

dc.contributor.advisorSyafii, Wasrin
dc.contributor.advisorIsmayati, Maya
dc.contributor.authorSetiawati, Fifi
dc.date.accessioned2023-07-05T05:07:47Z
dc.date.available2023-07-05T05:07:47Z
dc.date.issued2023
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/120840
dc.description.abstractTanin merupakan kelompok senyawa polifenol yang banyak terdapat pada kulit kayu. Hasil ekstraksi dari tanin dapat memberikan warna sehingga dapat dimanfaatkan sebagai pewarna alami. Sebagai agen pewarna alami, tanin memiliki aktivitas antioksidan dan antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan tanin dari limbah kulit kayu untuk dijadikan pewarna alami dengan sifat antibakterti yang dapat mengurangi dampak buruk dari pewarna sintetis terhadap pencemaran air. Tanin dilarutkan menggunakan air dengan variasi suhu. Beberapa pengujian komponen kimia tanin diantaranya: fenolik dan analisis lanjut fenolik berupa Py-GCMS, antioksidan, dan antibakteri. Ekstraksi tanin diperbanyak pada suhu optimal berdasarkan pertimbangan pengujian. Pengaplikasian tanin ke kain dengan ditambahkan mordan tawas, lalu kain diuji aktivitas antibakteri. Kerusakan struktur bakteri dianalisis di bawah FESEM. Suhu 90 ᵒC merupakan suhu terbaik utnuk melakukan perbanyakan ekstrak tanin. Kain yang sudah diaplikasikan dengan tawas dan tanin menunjukkan aktivitas antibakteri yang kuat dengan diameter (1–2) cm.id
dc.description.abstractTannins are a group of polyphenolic compounds that are widely found in bark. The extraction of tannins can provide color so that it can be used as a natural dye. As a natural coloring agent, tannins have antioxidant and antibacterial activities. This study aims to utilize tannins from bark waste to be used as natural dyes with antibacterial properties that can reduce the adverse effects of synthetic dyes on water pollution. Tannins are dissolved using water with temperature variations. Some tests of tannin chemical components include: phenolic and further analysis of phenolic in the form of Py-GCMS, antioxidant, and antibacterial. Tannin extraction was propagated at the optimal temperature based on testing considerations. Application of tannin to fabric by adding alum mordant, then the fabric was tested for antibacterial activity. Bacterial structure damage was analyzed under FESEM. The temperature of 90 ᵒC was the best temperature to propagate the tannin extract. The fabric applied with alum and tannin showed strong antibacterial activity with a diameter of (1-2) cm.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePemanfaatan Tanin dari Kulit Kayu Acacia Mangium sebagai Pewarna Alami dengan Sifat Antibakteriid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordantibakteriid
dc.subject.keywordekstraksiid
dc.subject.keywordmordanid
dc.subject.keywordtaninid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record