Telaah Seloko Adat Orang Rimba dalam Pelestarian Keanekaragaman Hayati Taman Nasional Bukit Duabelas, Jambi
Date
2023-06Author
Pasaribu, Gabrielita Claudia Meilana
Sunkar, Arzyana
Metadata
Show full item recordAbstract
Seloko adat adalah hukum adat yang dipegang teguh dalam kehidupan sehari-hari Orang Rimba di Taman Nasional Bukit Duabelas (TNBD), yang bertujuan untuk melindungi dan memanfaatkan keanekaragaman hayati. Saat ini, kondisi populasi satwa dan tumbuhan liar di TNBD mulai mengalami penurunan, sehingga keberadaan seloko adat untuk konservasi keanekaragaman hayati mulai mendapat tantangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji seloko adat dalam pelestarian keanekaragaman hayati dan memadankan dengan peraturan perundang-undangan nasional tentang konservasi keanekaragaman hayati, serta menentukan kontribusi seloko adat terhadap pelestarian keanekaragaman hayati. Data mengenai seloko adat dikumpulkan melalui wawancara, studi literatur, dan observasi langsung dan dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif, sedangkan narasi dari seloko adat tersebut dianalisis dan dibandingkan dengan peraturan perundang-undangan nasional (dengan menggunakan analisis isi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seloko adat Orang Rimba masih di-implementasikan dalam aspek pelestarian, perlindungan, dan pemanfaatan yang berkelanjutan keanekaragaman hayati. Hasil penelitian juga mendapatkan bahwa seloko adat Orang Rimba sejalan dengan peraturan nasional tentang konservasi keanekaragaman hayati. Seloko adat dapat menjadi cara yang efektif untuk melestarikan sumber daya alam. Oleh karena itu, seloko adat dapat digunakan oleh otoritas taman nasional untuk mengembangkan kebijakan pengelolaan keanekaragaman hayati lokal di TNBD. Seloko adat is a customary law adhered in the daily life of the Orang Rimba living in the Bukit Duabelas National Park (BDNP), to protect and utilise biodiversity. The status of wildlife and plants populations in BDNP is declining, so that the existence of seloko adat for biodiversity conservation is being contested. The objectives of this research were to examine the seloko adat in biodiversity conservation in BDNP and to determine its allignment with the Indonesian national laws for biodiversity conservation, and as the contribution of seloko adat to biodiversity. Data on seloko adat were collected through interviews, literature studies, and direct observation and were analyzed using qualitative descriptive analysis, while the contents of the seloko adat were analysed against the national laws using content analysis. The findings indicated that the Orang Rimba seloko adat is still in existence and covered certain aspects of biodiversity conservation. Seloko adat also confirms to legislation on the conservation of biological diversity, hence can be an effective means of conserving natural resources. Seloko adat may be used by the National Park Authority to develop local biodiversity management policies in the BDNP.
