Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Dinamika Subak dan Hubungannya Dengan Mutu Hidup Anggota

Date
1987Author
Sutjipta, Nyoman
Slamet, R. Margono
S. M.P. Tjondronegoro
Sinaga, Rudolf S.
Asngari, Pang S.
Aziz, M. Amin
Metadata
Show full item recordAbstract
Tujuan penelitian ialah: (1) untuk memahami kedinamisan dan ketradisionalan kelompok subak di tengah-tengah perubahan dan arus modernisasi pertanian yang melanda subak; (2) untuk mengetahui faktor-faktor yang mem-pengaruhi kedinamisan kelompok subak dan kemanfaatannya bagi usaha pembangunan pertanian, khususnya dalam mengefisiensikan usahatani dan meningkatkan mutu hidup petani; dan (3) untuk mempelajari tingkat ketradisionalan pertanian. manfaat nilai-nilai subak bagi program-program pembangunan
ini Ada enam peubah yang dianalisis dalam penelitian yaitu: (1) program-program pembangunan, yang terdiri dari Proyek Irigasi Bali, Insus dan Penyuluhan Sistem Laku; (2) karakteristik keanggotaan subak; (3) ketradisionalan subak; (4) dinamika kelompok subak; (5) efisiensi pemanfaatan sumber daya subak, yang dilihat dari intensitas tanam, nilai tambah, produktivitas tenaga kerja dan kesempatan kerja, dan (6) mutu hidup anggota subak. Masing-masing peubah memiliki sejumlah indikator. Untuk lebih menyederhanakan indikator ini, maka peubah dinamika kelompok subak, karakteristik petani, ketradisionalan subak dan mutu hidup anggota subak dianalisis dengan Sidik Komponen Utama sehingga diperoleh ciri-ciri terpenting dari masing-masing peubah.
Penelitian dilakukan pada 15 subak contoh yang dibagi dalam tiga strata. Masing-masing strata terdiri dari lima subak. Strata I ialah subak-subak yang sederhana, strata II ialah subak-subak yang mulai terlibat dengan berbagai program pembangunan pertanian, sedangkan strata III ialah subak-subak yang maju atau sudah sering terlibat dengan program-program pembangunan pertanian. Data dikumpulkan dengan beberapa cara yaitu: (1) wawancara dengan petani contoh dengan menggunakan daftar pertanyaan, (2) wawancara bebas dengan melakukan pendekatan akrab dengan keluarga petani (4) dan pemuka desa, (3) pengamatan langsung, dan wawancara dengan berbagai petugas instansi dan informan yang dianggap mengerti tentang subak.
Sidik menggunakan Analisis data dilakukan dengan metode Komponen Utama, Ujit. Regresi berganda, Analisis jejak, dan analisis deskriptif untuk data kualitatif.
Proyek Irigasi Bali, Insus dan Penyuluhan Sistem Laku lebih berhasil dilaksanakan pada subak-subak yang telah maju atau yang telah lama terlibat dalam berbagai program pembangunan pertanian. Proyek Irigasi Bali berhasil ningkatkan dinamika me-pengelolaan subak, tetapi belum berhasil meningkatkan intensitas tanam, karena intensitas tanam tidak hanya ditentukan oleh adanya air saja, tetapi juga ditentukan oleh ketetapan pola tanam yang diatur Insus dan Penyuluhan Sistem Laku tidak subak. Program menunjukkan karena pengaruh nyata dalam mendinamiskan subak, lama subak merupakan lembaga yang telah terbentuk dengan faktor pengikat yang kuat dan anggotanya telah terbiasa bekerja sama dalam satu kelompok. Program Insus lebih berhasil dibandingkan program Penyuluhan Sistem Laku dalam meningkatkan intensitas tanam, produktifitas tenaga kerja dan meningkatkan mutu hidup petani. ...
Collections
- DT - Human Ecology [639]

