Show simple item record

dc.contributor.advisorSatari, Ahmad Mohammad;
dc.contributor.advisorWiroatmodjo, Soedojono;
dc.contributor.advisorKunto Hartono, Tonny;
dc.contributor.authorSoelistyono, Roedy
dc.date.accessioned2023-07-03T13:23:25Z
dc.date.available2023-07-03T13:23:25Z
dc.date.issued1983
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/120597
dc.description.abstractTebu sebagei tanaman perkebunan ditanam dengan sistim Reynoso dengan waktu tanam optimal pada bulan Juni dan Juli. Bulan tersebut merupakan bulan-bulan musim kering, yang umumnya mempunyai periode kritis untuk air pad a bulan Oktober, sebagai bulan akhir musim kering. Hal yang sama juga terjadi pada pertanaman di lahan kering, dimana awal pertumbuhan bulan Nopember juga merupakan periode kritis. Salah satu cara yang digunakan agar tebu dapat tumbuh dengan baik, adalah dengan menanam varietas tahan kering dan penggunaan mulsa. Lapisan mulsa membentuk penyekat yang dapat menahan radiasi surya untuk langsung mencapai permukaan tanah sehingga menghasilkan suhu tanah lebih rendah. Semua jenis mulsa dapat mengurangi jurnlah enersi untuk proses evaporasi dengan menahan uap air keluar dari tanah. Oleh karena itu penelitian ini ditujukan untuk mengetahui sampai sejauh mana pengaruh penggunaan mulsa terhadap pemakaian air tanaman tebu. Percobaan dilaksanakan di lokasi kebun percobaan Gipedes, Kabupaten Subang, Jawa Barat dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan tiga ulangan dan empat perlakuan. Sebagai perlakuan adalah mulsa sisa daun tebu, plastik dengan menahan uap air keluar dari tanah.id
dc.language.isoidid
dc.subject.ddcMulchingid
dc.subject.ddcWater uptakeid
dc.titlePengaruh mulsa terhadap pemakaian air tanaman tebuid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordSugarcane;id


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record