Show simple item record

dc.contributor.advisorWattimena, G. A
dc.contributor.advisorMattjik, Nurhajati A
dc.contributor.advisorAdijuwana, Hendra
dc.contributor.authorSastra, Dodo Rusnanda
dc.date.accessioned2023-07-03T13:19:29Z
dc.date.available2023-07-03T13:19:29Z
dc.date.issued1996
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/120575
dc.description.abstractPenelitian ini bertujuan untuk mendapatkan keragaman genetik tanaman kentang yang diinduksi dengan radiasi sinar gamma, serta mengetahui pengaruh berbagai taraf dosis radiasi sinar gamma yang diberikan pada eksplan batang dan daun kultivar MS-42.3 dan Atlantic terhadap peningkatan keragaman tanaman. Dosis radiasi sinar gamma sebesar 0, 10, 20, 30, dan 40 Gy diberikan kepada eksplan batang dan daun. Kemudian, diregenerasikan pada media MS yang dimodifikasi dengan penambahan zat pengatur tumbuh IAA 1 ppm, kinetin 5 ppm, dan paclobutrazol 0,1 ppm. Tanaman hasil regenerasi diperbanyak dengan media perbanyakan yaitu media MS ditambah dengan 2,4-D 0,04 ppm, CAP 4 ppm, dan air kelapa 15%. Untuk melihat keragaman tanaman dilakukan pengamatan dan analisis keragaman morfologi serta isozim. Analisis isozim dilakukan untuk tiga macam isozim yaitu peroksidase, glutamat oksaloasetat transaminase, dan endopeptidase. Metoda analisis isozim yang dilakukan adalah modifikasi dari prosedur Wendel dan Weeden (1989). Analisis keragaman tanaman menggunakan Analisis Komponen Utama dan Analisis Gerombol. Analisis isozim menunjukkan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan morfologi dalam mendeteksi keragaman somaklonal atau keragaman genetic tanaman. Dengan kata lain dapat mengoreksi hasil analisis morfologi. Kultivar MS-42.3 memiliki dua lokus untuk setiap isozim peroksidase, glutamat oksaloasetat transaminase, dan endopeptidase. Jumlah alel yang terdapat dalam kultivar ini untuk mengendalikan ketiga isozim sebanyak 20 alel. Pada jarak genetik 1, keragaman genetik kultivar MS-42.3 terbagi dalam empat kelompok tanaman dan dua individu bebas. Sebagian besar tanaman berada dalam satu kelompok dengan kontrol atau diduga masih memiliki kesamaan genotipa dengan kontrol. Sisanya diduga mengalami perubahan genetik atau berbeda dengan kontrol, yaitu tujuh nomor tanaman berada dalam tiga kelompok lain, dan dua tanaman sebagai individu bebas. Perlakuan radiasi sinar gamma 40 Gy ternyata paling efektif baik dalam regenerasi maupun dalam meningkatkan keragaman tanaman, yaitu 43,75% regeneran diduga berbeda genotipa dengan kontrol. Sedangkan perlakuan 30 Gy hanya sebesar 25%, dan perlakuan 10 serta 20 Gv tidak menghasilkan perubahan genetik…dstid
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)id
dc.subject.ddcPhysiologyid
dc.subject.ddcSolanum tuberosum Lid
dc.titleInduksi Keragaman Somaklonal Kentang (Solanum Tuberosum L.) Dengan Radiasi Sinar Gammaid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordTanaman Kentangid
dc.subject.keywordSinar Gammaid
dc.subject.keywordKeragaman Somaklonalid
dc.subject.keywordGenetik Eksplanid
dc.subject.keywordKultur Mediaid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record