| dc.description.abstract | Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan identifikasi water catchment area,
mengestimasi berapa luas water catchment area yang dibutuhkan agar air yang dimanfaatkan
oleh PDAM tidak mengalami krisis, berapa kesediaan masyarakat membayar air lebih dari
yang dibayarkan saat ini agar tidak mengalami krisis air, dan menentukan prioritas terkait
alternatif pengelolaan air. Penelitian dilakukan di Kota Bogor, penelitian ini menggunakan
analisis deskriptif untuk mengetahui bagaimana kondisi water catchment area (hulu sungai
cisadane). Estimasi berapa luas water catchment area yang dibutuhkan, dilakukan dengan
benefit transfer. Kesediaan masyarakat membayar lebih untuk terhindar dari krisis air
dilakukan dengan metode Contingent Valuation Method. Analytical Hierarchy Process (AHP)
digunakan untuk mengetahui prioritas terkait alternatif kebijakan apa yang sebaiknya
dilakukan agar ketersediaan air dapat terjaga dan berkelanjutan.
water catchment area dari sumber air permukaan yang dimanfaatkan oleh PDAM
Tirta Pakuan sebagai sumber air baku adalah Gunung Halimun-Salak. Daerah aliran sungai
(DAS) yang berada di hulu merupakan bagian dari kawasan Taman Nasional Gunung
Halimun Salak, namun tutupan lahan dari tahun 1994 hingga 2012 terus mengalami
penurunan. Tutupan luasan hutan yang dibutuhkan untuk menjaga agar sumber air tetap
terjaga adalah sebesar 41.833 hektar. Kemauan membayar masyarakat lebih tinggi dari harga
air saat ini agar terhindar dari krisis air adalah sebesar Rp. 3.775,00 atau lebih tinggi Rp.
728,00 dari harga rata-rata air pelanggan yang dijadikan responden. Hasil AHP dengan
menggunakan bantuan Expert Choice 11, menunjukkan bahwa PDAM harus ikut serta dalam
melaksanakan dan mendukung seluruh kegiatan konservasi di hulu serta peningkatan daya
dukung DAS sebagai daerah resapan air, dst | id |