| dc.description.abstract | Ubi kayu banyak ditanam petani pada lahan marjinal atau lahan sub optimal yang memiliki sifat fisik, kimia dan kandungan mineral tanah yang rendah. Tanaman penutup tanah (cover crop) merupakan jenis tanaman yang memiliki manfaat positif bagi agroekosistem yang dapat disertakan dalam sistem tanam sebagai upaya pengelolaan kesuburan tanah. Tanaman penutup tanah mampu melindungi tanah dari ancaman erosi, memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah serta menekan pertumbuhan gulma. Fase pertumbuhan awal merupakan kelemahan ubi kayu dalam bersaing dengan gulma. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui manfaat penggunaan biomulsa kacang hias Arachis pintoi dengan berbagai waktu tanam terhadap pertumbuhan gulma, perubahan sifat kimia dan fisika tanah serta pertumbuhan dan hasil empat aksesi ubi kayu.
Percobaan dilakukan pada bulan November 2021 sampai September 2022 di IPB Teaching farm, Kecamatan Jonggol, Provinsi Jawa Barat. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok faktorial dua faktor dan empat ulangan. Faktor pertama adalah empat aksesi ubi kayu (Ketan Malang, Genjah Bayam, IR Jonggol dan Manggu), faktor kedua adalah waktu tanam biomulsa sebanyak lima taraf yaitu (tanpa biomulsa/disiangi manual, waktu tanam bersamaan tanam ubi kayu, waktu tanam empat, delapan dan dua belas minggu sebelum tanam ubi kayu). Stek biomulsa Arachis pintoi ditanam dengan jumlah 1 stek pada satu lubang tanam dengan jarak 20 cm x 20 cm pada bedengan dengan ukuran 1 m x 5 m. Stek ubi kayu berukuran 25 cm ditanam 1 stek per lubang tanam dengan jarak 1 m x 1 m diantara hamparan biomulsa. Peubah yang diamati antara lain pertumbuhan gulma, pertumbuhan dan hasil ubi kayu serta perubahan sifat kimia dan sifat fisika tanah.
Hasil penelitian menunjukkan perlakuan waktu tanam biomulsa 8 dan 12 minggu sebelum tanam ubi kayu mampu menekan pertumbuhan gulma sebesar 19,30% dan 23,97% dibandingkan dengan perlakuan tanpa biomulsa pada umur ubi kayu 6 BST. Perlakuan biomulsa juga mampu meningkatkan C-organik dan N-total. Perlakuan biomulsa 8 MST menghasilkan nilai C-organik 7,54% dan N-total 0,41% lebih tinggi dibandingkan tanpa perlakuan biomulsa dan perlakuan waktu tanam biomulsa lainnya.
Aksesi ubi kayu Ketan Malang menghasilkan diameter umbi terbesar 50,15 mm bila dibandingkan dengan aksesi lainnya. Perlakuan aksesi Genjah Bayam dan waktu tanam biomulsa 8 MST mampu menghasilkan rata-rata produktivitas ubi kayu tertinggi sebesar 38,90 t ha-1 dan 39,58 t ha-1. Kadar tepung ubi kayu untuk semua aksesi menghasilkan nilai rata-rata sebesar 70%, sedangkan kandungan hara N pada daun ubi kayu tergolong dalam kriteria tinggi, unsur hara P sedang dan unsur hara K yang rendah. | id |