Show simple item record

dc.contributor.advisorKrisnamurthi, Bayu
dc.contributor.advisorRifin, Amzul
dc.contributor.authorFairuzia, Nailah
dc.date.accessioned2023-06-28T12:18:38Z
dc.date.available2023-06-28T12:18:38Z
dc.date.issued2019
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/120420
dc.description.abstractIndonesia merupakan salah satu negara produsen kakao dunia yang harus menjaga ketersediaan biji kakao dalam memenuhi permintaan biji kakao di dalam negeri maupun keperluan ekspor. Pada tahun 2017, luas areal perkebunan kakao Indonesia mencapai 1 658 421 ha dan sebesar 97% merupakan perkebunan kakao rakyat. Produksi kakao Indonesia sejak Tahun 2013 sampai dengan Tahun 2017 menunjukkan kecenderungan menurun, sedangkan konsumsi kakao di Indonesia maupun dunia meningkat dan mengakibatkan kekurangan dalam ketesediaan biji kakao. Provinsi Sulawesi Selatan pada tahun 2017 berkontribusi sebesar 17.32% terhadap total produksi kakao Indonesia. Salah satu daerah sentra produksi kakao di Provinsi Sulawesi Selatan adalah Kabupaten Luwu Utara. Permasalahan yang kerap terjadi pada pengelolaan perkebunan kakao rakyat adalah budidaya yang kurang optimal yang mengakibatkan tingginya serangan hama dan penyakit sehingga berdampak pada penurunan produksi dan pendapatan petani kakao. Permasalahan tersebut menimbulkan kemungkinan tergesernya keberlanjutan perkebunan kakao rakyat di Kabupaten Luwu Utara. Penelitian ini mengkaji status keberlanjutan perkebunan kakao rakyat di Kabupaten Luwu Utara dengan menganalisis tiga dimensi dasar keberlanjutan yaitu dimensi ekonomi, sosial dan lingkungan yang selanjutnya akan menentukan faktor paling dominan dalam memengaruhi keberlanjutan perkebunan kakao rakyat. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Luwu Utara dengan menggunakan data primer dan data sekunder. Data diolah menggunakan teknik Rap-Cocoa dengan metode mutidimensional scaling (MDS). Analisis ordinasi dengan MDS untuk menentukan posisi status keberlanjutan pada setiap dimensi dalam skala indeks keberlanjutan dan melakukan analisis leverage untuk menentukan atribut dominan yang memengaruhi keberlanjutan. Hasil analisis Rap-Cocoa metode MDS menunjukkan bahwa nilai indeks keberlanjutan perkebunan kakao rakyat di Kabupaten Luwu Utara secara multidimesi sebesar 64.15 dengan kategori status cukup berkelanjutan. Nilai indeks dan status keberlanjutan perkebunan kakao rakyat di Kabupaten Luwu Utara pada masing-masing dimensi juga berada pada status kategori cukup berkelanjutan dengan nilai indeks keberlanjutan yang bervariasi yaitu pada dimensi ekonomi sebesar 57.64, dimensi sosial sebesar 61.21, dan dimensi lingkungan sebesar 60.67. Hasil analisis sensitivitas (laverage) menunjukkan bahwa untuk indikator kunci yang memengaruhi keberlanjutan perkebunan kakao rakyat di Kabupaten Luwu Utara yaitu pada dimensi ekonomi; kemudahan akses pasar dan informasi harga bagi petani dan pengadaan diversifikasi usaha. Pada dimensi sosial; keberadaan kelompok tani dan keikutsertan petani dalam kelompok tani kemudian, pada dimensi lingkungan; tingkat serangan penyakit busuk buah dan pemahaman petani terhadap pengelolaan lahan dan lingkungan.id
dc.description.abstractIndonesia is one of the world's cocoa producing countries that must maintain the availability of cocoa beans in meeting domestic demand for cocoa beans and export needs. In 2017, the total area of Indonesian cocoa plantations reached 1 658 421 ha and 97% was community cocoa plantations. Indonesian cocoa production from 2013 to 2017 showed a downward trend, while cocoa consumption in Indonesia and the world increased and resulted in shortages in the availability of cocoa beans. South Sulawesi Province in 2017 contributed 17.32% to the total Indonesian cocoa production. One of the cocoa production center areas in South Sulawesi Province is North Luwu Regency. The problem that often occurs in the management of smallholder cocoa plantations is that the cultivation is less than optimal which results in high pest and disease attacks that have an impact on the decline in production and income of cocoa farmers. These problems raise the possibility of displacing the sustainability of community cocoa plantations in North Luwu Regency. This study examines the sustainability status of community cocoa plantations in North Luwu Regency by analyzing three basic dimensions of sustainability, namely the economic, social and environmental dimensions which will then determine the most dominant factor in influencing the sustainability of community cocoa plantations. The study was conducted in North Luwu Regency using primary data and secondary data. Data were processed using the Rap-Cocoa technique with the mutidimensional scaling (MDS) method. Ordination analysis with MDS to determine the position of sustainability status on each dimension in the sustainability index scale and conduct a leverage analysis to determine the dominant attributes that affect sustainability. The results of the Rap-Cocoa analysis of the MDS method show that the sustainability index value of smallholder cocoa plantations in North Luwu Regency is multidimensional at 64.15 with a moderately sustainable status category. The index value and the sustainability status of smallholder cocoa plantations in North Luwu Regency in each dimension are also in the category of moderately sustainable category with varying sustainability index values, namely the economic dimension of 57.64, social dimension of 61.21, and environmental dimension of 60.67. The results of the sensitivity analysis (laverage) show that the key indicators that influence the sustainability of community cocoa plantations in North Luwu Regency are the economic dimension; ease of market access and price information for farmers and procurement of business diversification. On the social dimension; the existence of farmer groups and the participation of farmers in farmer groups later, in the environmental dimension; the level of fruit rot disease and farmers' understanding of land and environmental management.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcAgribusinessid
dc.subject.ddcSustainabilityid
dc.titleAnalisis status keberlanjutan Perkebunan Kakao Rakyat di Kabupaten Luwu Utaraid
dc.title.alternativeAnalysis of the Sustainability Status of Smallholder Cocoa Plantation in North Luwu Regencyid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordSustainability indexid
dc.subject.keywordSustainability dimensionid
dc.subject.keywordRap-Cocoa analysisid
dc.subject.keywordDemandid
dc.subject.keywordCocoa beanid
dc.subject.keywordCocoa plantationid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record