| dc.description.abstract | Pemanfaatan tanah gambut untuk pertanian menghadapi salah satu masalah mendasar berupa tingginya kandungan asam-asam organik, khususnya yang tergolong asam-asam fenolat. Dibandingkan dengan asam-asam organik berbobot molekul rendah lainnya, asam-asam fenclat memiliki pengaruh meracun yang lebih tinggi. Beberapa jenis asam fenolat yang dominan dijumpai dalam tanah gambut adalah asam p-hidroksibenzoat, vanilat, syringat, p-kumarat, dan ferulat. Penelitian ini bertujuan mengendalikan konsentrasi asam-asam fenolat yang bersifat toksik dengan pemberian kation Fe3+ sebagai bahan amelioran bagi tanah gambut, dan mengetahui bagaimana keefektifan dan kestabilan ikatan kation tersebut dengan senyawa-senyawa organik dalam gambut.
Obyek penelitian ini adalah tanah gambut yang diambil dari tiga lokasi yang berbeda fisiografinya di daerah Jambi, Sumatra, yaitu: lokasi Kumpeh (gambut pedalaman) dengan tingkat kematangan fibrik, hemik, dan saprik; lokasi Dendang (gambut peralihan) dengan tingkat kematangan fibrik, hemik, dan saprik; dan lokasi Lagan (gambut pantai) dengan tingkat kematangan hemik dan saprik.
Kation Fe³ terpilih sebagai bahan amelioran yang efektif menekan asam- asam fenolat di dalam tanah gambut melalui suatu percobaan pendahuluan. Percobaan pendahuluan dengan metoda kurva Langmuir bertujuan menyeleksi dari antara kation-kation Fe3+, Fe2+, Cu2+, Ca2+, Zn2+, Mn2+, dan Al3+, yang mana paling efektif dan sekaligus stabil berinteraksi dengan senyawa-senyawa organik di..dst | id |