Show simple item record

dc.contributor.advisorAnwar, Affendi
dc.contributor.advisorGonarsyah, Isang
dc.contributor.advisorSiregar, Hermanto
dc.contributor.authorRony, Ahmad Mukhlisin
dc.date.accessioned2023-06-27T14:24:11Z
dc.date.available2023-06-27T14:24:11Z
dc.date.issued1996
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/120381
dc.description.abstractPenelitian ini bertujuan untuk (1) mempelajari: proses penemuan harga lahan (price discovery), (2) mengetahui keragaan kelembagaan jual beli lahan yang terdapat dalam transaksi lahan, 3) mengetahui perkembangan pemanfaatan lahan di bantaran sungai, sudut kota, serta kebera- daan lahan publik di Kotamadya Bogor. Penelitian dilaksanakan di 19 kelurahan/desa yang tersebar di 5 kecamatan dalam wilayah "lama" dan di 5 kecamatan di wilayah "perluasan" kotamadya. Pemilihan lokasi ditentukan secara sengaja (purposive) berdasarkan pertimbangan peruntukan wilayah, arah perkembangan kota, dan distribusi lokasi menurut pertimbangan spasial. Data primer bersumber dari jawaban atas pertanyaan menggunakan kuesioner tertutup dan terbuka kepada calo tanah (sample unit) untuk mendapatkan informasi tentang harga lahan hipotetik sesuai dengan harga pasaran yang berlaku dan informasi tentang kelembagaan jual beli. Analisis data dilakukan melalui tabulasi, analisis statistika (model regresi berganda dan model Box-Cox), dan analisis kelembagaan. Hasil penelitian yang diperoleh ialah: (1) Harga lahan di Kotamadya Bogor, baik di wilayah "lama" maupun di wilayah "perluasan" terutama dipengaruhi oleh keberadaan jalan primer, jalan sekunder, status administrasi (kelura- han atau desa), jarak terhadap Pasar Anyar, dan jangkauan terhadap sarana angkutan umum. Disamping itu dipengaruhi pula oleh status kepemilikan lahan, kepadatan penduduk kelurahan/desa, keberadaan kompleks pemukiman, dan kebijakan detil tataruang. (2) Kelembagaan jual beli lahan formal dapat mendukung kelangsungan transaksi lahan di Kotamadya Bogor tetapi berlangsung secara tidak efisien karena membutuhkan biaya transaksi yang lebih besar di- bandingkan ketentuan perundangan. (3) Biaya kontrak yang diperlukan untuk membuat akta berbeda menurut status kepemilikan lahan, wilayah administrasi,…dstid
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcPriceid
dc.subject.ddclandid
dc.subject.ddcPrice Relationsid
dc.titleAnalisis Penemuan Harga Lahan Dan Kelembagaan Yang Mempengaruhinyaid
dc.typeThesisid
dc.typeDissertationid
dc.subject.keywordHarga Lahanid
dc.subject.keywordJual Beli Lahanid
dc.subject.keywordTransaksi Lahanid
dc.subject.keywordPenggunaan Lahan Perkotaanid
dc.subject.keywordFaktor Lingkunganid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record