| dc.description.abstract | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai koefisien korelasi genotipik dan fenotipik antar sifat sifat agronomik tembakau cerutu Besuki, sehingga dari padanya dapat digunakan untuk menyederhanakan bentuk bentuk seleksinya.
Tiga belas varietas tembakau cerutu Besuki, masing masing Kedu 102, Kedu 103, Kedu 322, Hibrida 343, Hibrida 344, Hibrida 742, Hibrida 887, Hibrida 362, Hibrida 382, Hibrida 877, Hibrida 891, Hibrida 892 dan Jember 1 diuji pada tiga lokasi dalam satu musim di daerah pertanaman tembakau Besuki, Jawa Timur. Rancangan lingkungan yang digunakan adalah acak kelompok dengan empat ulangan di masing-masing lokasi.
Dari delapan sifat metrik yang diamati, yaitu panjang daun, lebar daun, tinggi tanaman, jumlah daun, panjang ruas, umur tanaman, hasil daun basah dan hasil daun kering, ternyata untuk ketiga lokasi memberikan nilai koefisien korelasi yang berbeda. Di samping itu antara korelasi genotipik dan fenotipik pada pasangan sifat-sifat tertentu tidak mempunyai pola hubungan yang pasti. Walaupun demikian dianjurkan untuk menggunakan indikator-indikator sifat panjang daun, lebar daun dan panjang ruas pada tingkat pertumbuhan awal, dan ditambahkan sifat jumlah daun serta umur tanaman untuk tingkat pertumbuhan selanjutnya bagi seleksi ke arah hasil yang tinggi.
Nilai koefisien korelasi genotipik dan fenotipik antar sifat agronomik yang terjadi mempunyai derajad keeratan dari kurang erat sampai sangat erat, dan pada umumnya mempunyai arah yang positif kecuali sebagian besar sifat yang berkorelasi dengan panjang ruas. | id |